Cadherin Endotel Vaskular dan Faktor Pertumbuhan Endotel Vaskular pada Periodontitis dan Perokok

Oleh Indah Noviana dan Meidina Nur Sholihah

Salah satu peran mendasar sel endotel adalah untuk mengatur transportasi cairan, zat terlarut, makromolekul, dan sel-sel kekebalan tubuh dari pembuluh ke jaringan sekitarnya dengan sistem transelular khusus vesikel transportasi dan oleh terkoordinasi tabilization / destabilisasi sel-sel kontak. Sel endotel mengekspresikan beberapa protein cadherin-sel tertentu. Fitur khusus VE-cadherin penting untuk inisiasi, perkembangan, dan pemeliharaan proses inflamasi, dapat menjadi penanda penting bagi Pathobiology ketika infalmasi termasuk penyakit periodontal. Penyakit periodontal adalah peradangan pada jaringan yang menyelimuti gigi dan akar gigi.

Sebuah pengatur utama dari pembentukan pembuluh darah baru dan biologi adalah faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF). VEGF terlibat dalam patogenesis penyakit inflamasi termasuk penyakit periodontal. bahwa interaksi antara VEGF dan VE-cadherin mungkin memiliki peran penting dalam proses inflamasi karena cross-talk antara VEGF dan VE-cadherin. Penelitian ini memberikan hipotesis bahwa gangguan yang disebabkan merokok dari hasil vaskularisasi periodontal di pergantian VEGF dan VE-cadherin ekspresi, akan menjelaskan mekanisme kerusakan endotel pada periodonsium.

Hasil penelitian hubungan antara cadherin endotel vaskular pada periodontitis dan perokok menunjukkan bahwa konsentrasi VE-cadherin lebih tinggi pada kelompok periodontitis perokok dan non-perokok daripada pada kelompok non-periodontitis perokok. Konsentrasi VEGF tertinggi berada pada kelompok periodontitis perokok, sedangkan konsentrasi terendahnya pada kelompok non periodontitis-non perokok. Nilai total VE-cadherin berada pada kelompok periodontitis yang bukan perokok, pada kelompok tersebut juga memiliki nilai total VEGF. Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada korelasi antara VE-cadherin tingkat dan VEGF situs periodontitis pada perokok (r = 0,265) dan non-perokok (r = 0,338) serta di situs non-periodontitis perokok (r = 0,006) dan non-perokok (r = 0,114).

Tingkat GCF (Gingiva Cairan Sulkus) lebih tinggi dari VE-chaderin dan VEGF memiliki hubungan dengan penyakit periodontal. kondisi sakit dan / atau peradangan yang meningkatkan permeabilitas pembuluh darah dapat mempengaruhi struktur dan organisasi dari persimpangan vaskular. Hubungan antara VE-cadherin dan permeabilitas pembuluh darah pada sel endotel yang meradang dalam kultur sel, dan hilangnya adhesi sel, kerusakan penghalang dan peningkatan permeabilitas paracellular sebagai hasil dari ekspresi yang berubah VE-cadherin juga berada pada jaringan yang berbeda. VEGF dapat mengatur inflamasi periodontal dalam (i) meningkatkan jaringan pembuluh darah, (ii) meningkatkan tingkat proses inflamasi, dan (iii) mendorong angiogenesis ke dalam ruang yang diciptakan oleh rusaknya jaringan periodontal. Penelitian yang masih diperlukan penelitian lanjutan ini dapat disimpulkan bahwa (i) VE-cadherin dan VEGF dapat meningkatkan GCF karena proses inflamasi periodontal, (ii) VE-cadherin dan VEGF dapat digunakan untuk mengkonfirmasikan inflamasi periodontal atau proses aktif.

====
Diringkas dari: Sakallioglu et al. 2015. Vascular endothelial cadherin and vascular endothelial growth factor in periodontitis and smoking. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/odi.12261/abstract

VEGF and Angiopoietints Promote Inflammatory Cell Recruitment and Mature Blood Vessel Formation in Murine Sponge or Matrigel Model

VEGF and Angiopoietints Promote Inflammatory Cell Recruitment and Mature Blood Vessel Formation in Murine Sponge or Matrigel Model Oleh Riska Susilowati Tubuh memiliki memiliki mekanisme untuk merasakan saat kadar oksigen rendah. Mekanisme penginderaan oksigen ini akan membunyikan alarm dengan mengeluarkan faktor kunci pertumbuhan pro-angiogenik yang disebut faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF). Sekresi VEGF memulai kaskade sinyal. Efek dari kaskade ini termasuk pertumbuhan pembuluh darah baru ke daerah-daerah di mana sebelumnya tidak ada. Bagian penting dari proses ini adalah untuk memecah jaringan yang ada sehingga pembuluh darah baru memiliki tempat di mana akan tumbuh. Kunci utama dalam induksi angiogenesis adalah, diawali inflamasi dan dilanjutkan pembentukan pembuluh darah yang dibuktikan dengan meningkatnya permeabilitas vaskuler dan terbentuknya sel inflamasi. Kapasitas VEGF dan angiopoietins merangsang pembentukan pemuluh darah baru serta untuk mengidentifikasi berbagai jenis sel inflamasi yang menyertai proses angiogenesis dari waktu ke waktu. VEGF dan angipoietins dalam membantu proses angiogenesis diikuti oleh sel inflamasi terutama neutrofil dan makrofage ataupun yang jumlahnya sedikit yaitu limfosit sel B dan sel T. Hasil kajian matrigel menunjukkan bahwa faktor pertumbuhan pro-angiogenesis (VEGF, Angiogenesis 1 atau Angiogenesis 2) mempengaruhi pembentukan pembuluh darah baru dan yang lebih penting menjadi faktor utama pematangan pembuluh darahnya.

PEMBULUH DARAH BAGI YANG SUKA BEGADANG DAN MEROKOK

PEMBULUH DARAH BAGI YANG SUKA BEGADANG DAN MEROKOK
Oleh Riko Syahputra
Kenapa suka begadang dan merokok?
Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang bersifat fisiologis, atau kebutuhan paling dasar atau paling bawah dari piramida kebutuhan dasar. Kesempatan untuk istirahat dan tidur sama pentingnya dengan kebutuhan makan, aktivitas maupun kebutuhan dasar lainnya. Setiap individu membutuhkan istirahat dan tidur untuk memulihkan kembali kesehatannya. Keteraturan dan lamanya tidur dari masing-masing orang seperti juga halnya dengan masa sakit, maka tidur merupakan persoalan yang bersifat pribadi. Ada orang yang memerlukan lebih banyak tidur dibandingkan yang lain. Ada orang yang mudah tidur dan yang sulit tidur, ada tidur yang tidak tenang dengan tidur yang dengan tenang. Kebiasaan-kebiasaan agaknya memegang peranan dalam pola-pola tidur dan tidur akan lebih mudah jika kebiasaan-kebiasaan itu tetap diikuti.Ada banyak alasan yang melatar belakangi perilaku merokok padaremaja. Secara umum menurut Kurt Lewin,bahwa perilaku merokokmerupakan fungsi dari lingkungan dan individu. Artinya, perilaku merokokselain disebabkan faktor-faktor dari dalam diri, juga disebabkan faktorlingkungan. Faktor dari dalam remaja dapat dilihat dari kajian perkembanganremaja. Remaja mulai merokok dikatakan oleh Erikson (dalam Gatchel,1989) berkaitan dengan adanya krisis aspek psikososial yang dialami pada masa perkembangannya yaitu masa ketika mereka sedang mencari jati dirinya. Dalam masa remaja ini, sering dilukiskan sebagai masa badai dan topan karena ketidaksesuaian antara perkembangan psikis dan social. Upaya upaya untuk menemukan jati diri tersebut, tidak semua dapat berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.
KANDUNGAN DALAM ROKOK
Pada asap rokok ditemukan lebih dari 4000 zat aktif kimiawi yang berpotensial menyebabkangangguan paru-paru dan jantung. Hampir semua dari zat aktif yang dihasilkan asap rokok tersebutjuga bersifat karsinogenik (zat-zat pemicu kanker) yang memicu timbulnya kanker saluranpernafasan seperti kanker paru dan nasofaring. Selain nikotin, zat berbahaya lain diantaranya yaitukarbonmonoksida dan tar. Karbonmonoksida mencegah darah membawa oksigen dengan jumlah yang cukup sehingga jantung serta jaringan-jaringan tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi yangakhirnya dapat mengganggu kesehatan. Tar merupakan senyawa karsinogenik yang dihasilkan ketika terjadi pembakaran dengan suhu tinggi pada rokok. Senyawa tar tersebut dapat mengendapsepanjang lapisan dalam paru-paru, semakin lama lapisan tersebut akan semakin tebal. Senyawatar yang bersifat karsinogenik tersebut akan mengiritasi mukosa bronkhus sehingga akhirnyamenjadi rusak dan berpotensi menjadi kanker paru-paru dan kanker saluran napas lainnya. Risikoperokok menjadi penderita kanker paru tergantung pada jumlah batang rokok yang dihisap setiaphari, dalamnya isapan rokok, umur mulai merokok, dan kadar nikotin yang terdapat dalam rokok.
KONDISI PEMBULUH DARAH YANG SUKA BEGADANG*
Menurut Kazuo Eguchi dari Universitas Medis Jichi menyimpulkan bahwa **bergadang** dapat memicu serangan jantung dan menimbulkan stroke. Dalam penelitian itu ditemukan 99 kasus **penyakit* *kardiovaskuler pada orang yang kurang tidur dalam 7,5 jam. Tak hanya itu, tekanan darah mereka juga naik pada malam hari dan merasa sakit pada jantung. Hasil penelitian lainnya dari American Academy of Sleep Medicine (AASM) lewat juru bicaranya sanjeev Kothare, MD, menyampaikan bahwa begadang dapat menyebabkan seseorang menjadi suka ngemil. Tentu saja ngemil makanan instan itu enggak sehat. Beresiko terjadinya penyumbatan di pembuluh darah yang juga mengakibatkan kolestrol. Nah jadi jika kolestrolmu tinggi, bisa berdampak stroke berapapun usiamu.*

BAHAYA MEROKOK BAGI PEMBULUH DARAH
Merokok juga merupakan faktor risiko utama untuk penyakit arteri perifer (PAD). PAD adalah suatu kondisi di mana plak menumpuk di arteri yang membawa darah ke kepala, organ, dan anggota badan. Orang yang memiliki PAD berada pada peningkatan risiko untuk penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.Pada seorang yang merokok, asap rokok akan merusak dinding pembuluh darah. Kemudian nikotin yang terkandung dalam asap rokok akan merangsang hormon adrenalin yang akibatnya akan mengubah metabolisme lemak dimana kadar HDL akan menurun. Adrenalin juga akan menyebabkan perangsangan kerja jantung dan menyempitkan pembuluh darah (spasme). Disamping itu adrenalin akan menyebabkan terjadinya pengelompokan trombosit. Sehingga semua proses penyempitan akan terjadi. Jadi asap rokok yang tampaknya sederhana itu dapat menjadi penyebab penyakit jantung koroner. Demikian pula faktor stres yang akhirnya melalui jalur hormon adrenalin, menyebabkan proses penyakit jantung koroner terjadi sebagaimana asap rokok tadi. Seseorang yang stres kemudian mengambil pelarian dengan jalan merokok sebenarnya sama saja dengan melipat gandakan proses penyakit jantung koroner pada dirinya. Sekitar 90% penderita arteritis obliteran pada tingkat III dan IV umumnya akan menderita pula penyakit jantung. Oleh karena proses penyempitan arteri koroner yang mendarahi otot jantung, maka ketidak cukupan antara kebutuhan dengan suplai timbul kekurangan darah (iskhemia). Bila melakukan aktifitas fisik atau stres kekurangan aliran meningkat sehingga menimbulkan sakit dada (angina pektoris). Penyempitan yang berat atau penyumbatan dari satu atau lebih arteri koroner berakhir dengan kematian jaringan (infark miokard, serangan jantung). Komplikasi dari infark miokard termasuk aritmia jantung (irama jantung tidak teratur) dan atau jantung berhenti mendadak. Iskemia yang berat dapat menyebabkan otot jantung kehilangan kemampuannya untuk memompa (gagal jantung) sehingga terjadi pengumpulan cairan di jaringan tepi (bengkak/edema kaki) maupun penimbunan cairan di paru (edema paru).

Genom

Genom Genom adalah kumpulan gen dalam satu tubuh individu yang berada dalam satu sistem pola pewarisan. Berarti, pada satu tubuh hewan ada dua genom, yaitu genom inti dengan pola pewarisan rekombinasi dan genom mitokondria dengan pola pewarisan maternal dan atau uniparental. Uniparental karena diferensiasi jantan (penghasil sperma) dan betina (penghasil telur) sulit dibedakan. Implikasi dari pola pewarisan rekombinasi adalah adanya kombinasi ulang dari dua genom menjadi satu genom. Jika genom yang dikombinasikan sama maka hasil rekombinasinya disebut homozigot dan jika berbeda disebut dengan heterozigot. Secara teknis, kondisi homozigot maupun heterozigot merujuk pada gen-gen yang diamati atau yang dipelajari sebagai representasi dari genom secara keseluruhan. Dengan kata lain, pemahaman tipe genom dipersempit menjadi tipe gen dengan istilah menjadi genotipe. Genome pool adalah kumpulan genom yang melibatkan >1 individu atau populasi. Istilah ini sering tertukar dengan gene pool. Dalam hal ini, gene pool adalah istilah teknis dari kumpulan gen-gen fungsional atau gen-gen yang dipelajari, baik dalam satu individu maupun dalam satu populasi. Jika dalam satu tubuh ada >1 genome pool maka tubuh individu disebut dengan khimera. Implikasi keterangan diatas membutuhkan pemahaman yang lebih akurat terhadap konsep individu, kumpulan individu dalam suatu habitat dan populasi. Representasi genom secara fisik adalah berbentuk untaian molekul DNA. Dalam hal genom inti, untaian molekul DNA yang sangat panjang itu dikemas dalam struktur yang disebut kromosom. Untaian molekul DNA ini digandakan atau direplikasikan ketika sel mau melakukan pembelahan. Replika = dicetak sama persis. Akibatnya, dua sel hasil dari pembelahan satu induk sel akan mempunyai genom yang persis sama. Lebih lanjut lagi, molekul DNA dari setiap sel yang menyusun satu tubuh adalah sama persis, karena tubuh dari satu individu hewan bisa dipastikan berasal dari satu sel yang disebut dengan zigot.

Implikasi dari bahwa genom itu sama antar sel-sel dalam satu tubuh maka kita bisa memperoleh genom dari sel-sel apa saja, mulai dari sel-sel darah sisa analisis yang lain, hasil biopsi jaringan sampai ke sel-sel epitel yang ada di ludah dan feses.

Eksplorasi Cacing Endoparasit Saluran Pencernaan Satwa di Kebun Binatang Semarang

Ulil Albab, Achmad Farajallah, Dyah Perwitasari. 2014. Eksplorasi Cacing Endoparasit Saluran Pencernaan Satwa di Kebun Binatang Semarang. Seminar Masalah Khusus Departemen Biologi FMIPA IPB, 14 Agustus 2014

ABSTRAK

Eksplorasi parasit perlu dilakukan untuk memonitoring penyebaran parasit pada satwa koleksi di Kebun Binatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi cacing endoparasit saluran pencernaan dari satwa koleksi Kebun Binatang Semarang. Metode untuk mendeteksi ada tidaknya telur cacing dalam feses menggunakan metode pengapungan dan metode pengendapan telur cacing endoparasit yang ikut bersama feses. Dari 31 jenis satwa yang dieksplorasi diketahui 17 jenis satwa memiliki endoparasit. Hasil eksplorasi dari 17 jenis satwa tersebut, ditemukan 15 jenis endoparasit telur cacing. Hasil eksplorasi pada mamalia ditemukan Nematoda (Ascaris sp., Toxocara sp., Ancylostoma sp., Uncinaria sp., Ostertagia sp., Trichostrongylus sp., Trichuris sp., Capillaria sp.), Cestoda (Spirometra sp., Taenia sp., Hymenolepys sp.,Diphyllobothrium sp.). Hasil eksplorasi pada burung ditemukan Nematoda (Amidostomum sp., Capillaria sp.) dan Trematode (Allaria sp.). Hasil eksplorasi pada reptil ditemukan Nematoda (Rhabdias sp.). Kata kunci: Endoparasit, Nematoda, Cestoda, Trematoda, Mamalia, Aves, Reptil.

PENDAHULUAN

Kebun Binatang adalah tempat beberapa spesies satwa dikumpulkan menjadi satu dalam lingkungan buatan. Ketika satwa tersebut dihadapkan pada lingkungan buatan yang sempit dan berbagai macam satwa disatukan, maka terjadinya perpindahan parasit dari satu satwa ke satwa lain semakin besar. Penyebaran parasit saluran pencernaan pada satwa Kebun Binatang sering menimbulkan dampak negatif bagi kesejahteraan satwa (Panayotova-Pencheva 2013). Dalam kebun binatang, satwa yang dulunya terbiasa hidup dalam lingkungan yang luas akan cenderung memiliki resistensi rendah terhadap serangan parasit (Atanaskova 2011). Menurut Lim et al.(2008), penyebaran parasit pada satwa Kebun Binatang ditentukan oleh pola pemeliharaan, ketersediaan dokter satwa untuk melakukan monitoring kesehatan, dan petugas yang memberikan pengobatan. Status kesehatan satwa di Kebun Binatang tergantung pada banyak faktor diantaranya adalah makanan, kondisi satwa, manajemen satwa dan kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban (Atanaskova 2011). Selain antar satwa, zoonosis atau perpindahan parasit antara satwa ke manusia yang bisa terjadi ke pegawai Kebun Binatang atau pengunjung (Maske et al. 1990; Chakraborty et al. 1994; Kashid et al. 2003). Monitoring terhadap parasit perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran parasit di Kebun Binatang. Menurut Panayotova-Pencheva (2013), parasit yang paling umum pada satwa Kebun Binatang adalah helminth atau cacing. Cacing yang paling sering ditemukan adalah nematoda kemudian diikuti cestoda dan trematoda. Infeksi parasit merupakan penyebab utama kematian pada satwa liar di penangkaran (Rao dan Acharjyo 1984). Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi endoparasit saluran pencernaan pada satwa Kebun Binatang sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan satwa Kebun Binatang Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi cacing endoparasit saluran pencernaan dari satwa koleksi Kebun Binatang Semarang melalui analisis keberadaan telur cacing dalam feses.

BAHAN DAN METODE

Pengambilan Sampel Sampel feses dari beragam satwa yang ada di Kebun Binatang Semarang diambil dalam kondisi segar dan dimasukkan kedalam botol sampel. Sampel kemudian dibawa dalam keadaan segar atau diawetkan dalam formalin 10% dan alkohol 95% untuk keperluan identifikasi di Laboratorium.

Metode sedimentasi Feses segar sebanyak 1 gram ditambah 10 ml formalin 10% kemudian diaduk hingga homogen. Larutan disaring dengan kertas saring dan dimasukkan ke dalam tabung sentrifugasi sebanyak 7 ml. Ethil asetat ditambahkan sebanyak 3 ml hingga larutan mencapai 10 ml. Telur cacing diendapkan dengan ethil asetat dan supernatan dihilangkan dan endapan yang ada diamati dengan mikroskop cahaya.

Metode pengapungan Feses segar sebanyak 10 gram digerus dengan mortar dan dicampur dengan 90 ml larutan pengapung kemudian diaduk sampai homogen. Sampel diaduk rata agar telur tidak terkonsentrasi di tengah. Cairan yang paling atas diambil dengan pipet dan dimasukkan ke dalam slide untuk diamati dengan mikroskop cahaya (Whitlock 1948).

Identifikasi Endoparasit Identifikasi telur cacing dilakukan di Laboratorium Biosistematika dan Ekologi Hewan di Departemen Biologi FAPET lantai 5 IPB. Karakter telur yang diamati yaitu ukuran, bentuk, tahap perkembangan, ketebalan selaput telur, warna, keberadaan karakter seperti operkulum, duri, kait, atau mammilated outer cost berdasarkan Noble et al. (1961); Flynn (1973); Soulsby (1982); Foreyt (2000); Baker (2007); Zajac dan Conboy (2011).

HASIL DAN PEMBAHASAN

(untuk memahami teks dari Gambar-gambar dibawah, silakan datang di hari seminarnya di Lv5 Gd FAPET Tanggal 14 Agustus 2014, pukul 14.30)

Tabel1 Gb6 Gb5 Gb4 Gb3c Gb3b Gb3a Gb2 Gb1

SIMPULAN

Kesimpulan penelitian ini yaitu dari 31 jenis satwa Kebun Binatang Semarang yang diteliti ada 17 jenis satwa (54,84 %) yang ditemukan terinfeksi parasit. Identifikasi telur parasit menemukan ada 15 jenis endoparasit telur cacing (Tabel 1). Pada mamalia ditemukan Nematoda (Ascaris sp., Toxocara sp., Ancylostoma sp., Uncinaria sp., Ostertagia sp., Trichostrongylus sp., Trichuris sp., Capillaria sp.), Cestoda (Spirometra sp., Taenia sp., Hymenolepys sp.,Diphyllobothrium sp.). Pada burung ditemukan Nematoda (Amidostomum sp., Capillaria sp.) dan Trematode (Allaria sp.). Pada reptil ditemukan Nematoda (Rhabdias sp.).

Orientasi molekul DNA

Ada dua sisi yang mengakselerasi perkembangan yang pesat Biologi Sel Modern, yaitu sisi teknik lab dan sisi topik penelitian. Teknik lab yang menyumbang paling besar adalah DNA-related techniques, terutama yang berhubungan dengan transkripsi dan pengaturan sinyal transkripsi. Sedangkan di sisi topik penelitian adalah yang dimotori oleh beragam topik penelitian kanker.

Pada tahun 2000an dan sebelumnya, cakupan DNA-related techniques didominasi oleh “genomik”. Dalam hal ini berkenaan dengan struktur dan fungsi gen. Struktur gen meliputi organisasi gen, lokasinya dalam kromosom dan pengenalan ruas-ruas ORF (open reading frame). Ruas ORF ini adalah ruas yang menyandikan mRNA. Pada sel eukariotik, suatu gen penyandi diorganisasikan dalam struktur promotor-ekson-intron. Konfirmasi dari suatu organisasi gen untuk menentukan suatu ruas ORF biasanya dilakukan dengan mempelajari hasil transkripsi gen berupa mRNA. Jadi ketika itu berlaku dogma sentral yang menyatakan bahwa DNA bisa direplikasi menjadi DNA baru (pewarisan), ruas tertentu DNA bisa ditranskripsi menjadi RNA (batasan gen) dan mRNA dibantu dengan rRNA dan tRNA ditranslasikan menjadi polipeptida (pewujudan genetik).

Nilai penting dari sisi teknologi yang berhubungan dengan DNA ini kemudian diformulasikan dalam bentuk soal UTS mata kuliah Biologi Sel 2014 sbb:
“Terangkan dengan singkat apa arti sebenarnya dari arah 5 -> 3 dari molekul polinukleotida!” dengan nilai 4 poin.
Soal tsb ditulis ulang dari pertanyaan mahasiswa Biologi Sel tentang angka-angka 5 dan 3 dalam suatu utas DNA. Pengamatan sepintas selama ujian berlangsung, menunjukkan bahwa soal ini relatif mudah karena posisi nomor soalnya tidak dilewati dan hampir semua menjawabnya.

Hasil analisis terhadap soal ini ternyata sangat mengejutkan. Mahasiswa Biologi Sel yang menjawab
benar dengan 4 poin: 3%
benar dengan 2 poin: 5%
salah: 92%

Setelah mahasiswa diminta untuk menjawab ulang soal tsb (take home assignment) dalam tenggang waktu seminggu menunjukkan adanya peningkatan, yaitu
benar dengan 4 poin: 37%
benar dengan 2 poin: 9%
salah: 54%

Lumayan, ada sekitar 40% mahasiswa yang paham bahwa angka 5 dan 3 yang ditulis dalam sutau utas DNA itu menunjukkan orientasi arah molekul, yaitu ujung 5 dan ujung 3 berkenaan dengan ikatan fosfodiester yang dibangun oleh gugus fosfat yang menempel pada atom C nomor 5 dan gugus OH yang menempel pada atom C nomor 3 dari gula ribosa.

Hhheeem, semoga Biologi Sel Modern bisa berkembang pesat di IPB walau salah satu parameter penguasaan ilmu dasarnya kurang baik.

 

kecerdasan, musik klasik, alQuran

Ketika ada mahasiswa bertanya “Pak, apakah benar jika mendengarkan musik klasik dapat meningkatkan kecerdasan?”

Masalah utama dari pertanyaan itu adalah definisi “kecerdasan”.

Seseorang disebut cerdas pada umumnya karena nilai rapor dan aktif bertanya (di SMA), ditambah dekat dengan guru, centil-centil dikit dan atraktif (SD dan SMP), atau karena nilai IPK dan cepat lulus (di Universitas).

Sampai sekarang, tidak ada definisi baku apa yang dimaksud kecerdasan. Ada yang bilang sebagai tingkat kemampuan bernalar dalam wilayah koginitif (berpikir); ada yang yang bilang sebagai kemampuan beradaptasi (dalam hal ini membutuhkan rangkaian berpikir dan bertindak); ada juga yang bilang sebagai kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa dan juga kemampuan belajar. Karena mendefinisikannya sulit maka beberapa orang membuat spesifikasinya, yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan:

  • pemahaman dan kemampuan verbal,
  • angka dan hitungan,
  • kemampuan visual,
  • daya ingat,
  • Penalaran, dan
  • Kecepatan perseptual

Musik klasik sangat patuh dengan notasi musik yang ada dalam partitur. Akibatnya penggemar musik klasik biasanya orang yang konservatif, mampu membuat pola yang sama dari berbagai kejadian dan bersifat konsisten/istiqomah. Dalam hal ini, siapapun yang bermusik akan menghasal irama yang sama. Bandingkan dengan musik jaz yang bisa menyimpang dari partitur/pakem. Para pemusik jazz tidak pernah patuh ke partitur, seenaknya memodifikasi not-not musik yang ada tetapi masih tetap menghasilkan musik yang indah. Akibatnya, para pemusik jaz punya cirinya tersendiri.

Nah, dengan begitu ada sudut pandang yang bisa kita hubungkan antara musik klasik dan kecerdasan. Bisa jadi, seseorang harus cerdas dulu baru bisa bermain musik klasik. Atau bisa jadi pula, notasi-notasi musik klasik yang teratur dan konsisten mampu membuat seseorang yang awalnya berpikir berantakan menjadi lebih tertata sehingga disebut sebagai orang yang cerdas.

Satu hal yang mungkin bisa menjadi pegangan: musik berada dalam ranah emosi. Beberapa bagian emosi terakit dengan kecerdasan. Lalu, musik yang seperti apa? itulah yang sulit dijawab.

Beberapa hari kemudian di Masjid Alhurriyah IPB, materi khutbah jumat menyinggung-nyinggung kecerdasan ini, yaitu tentang kecerdasan seorang Imam Safii. Salah satu keterangannnya adalah ibu beliau adalah seorang Hafidz. Jadi selama hamil, beliau selalu memperdengarkan bacaan-bacaan mulia secara rutin. Akibatnya Imam Safii sudah terbiasa mendengar bacaan mulia sejak dalam kandungan; dan setelah berumur 7 tahun beliau fasih dan jadi Hafidz juga.

Lalu, benarkah bayi bisa mendengar? Ya, setelah bayi berumur >6 bulan. Setelah organogenesis otak (sekitar bulan ke-4) dan organogenesis indera pendengaran (sekitar bulan ke-6) maka bayi bisa mendengar.

============

note: al Hafidz = sebutan untuk orang yang hafal Quran

Nilai lain mentraktir makan

Tubuh manusia dan sebagian besar hewan vertebrata tingkat tinggi tidak  bisa membuat beberapa jenis asam amino yang dikenal sebagai asam amino esensial. Dari 20 jenis asam amino (aa) yang dikenal denngan baik, tubuh manusia ternyata tidak bisa membuat 9 jenis aa. Ke-9 jenis aa ini wajib datang dari luar tubuh sebagai makanan. Karena itu,  manusia harus makan makanan yang sangat beragam untuk memperoleh ke-9 jenis aa  secara lengkap. Disarankan agar kita tidak terlalu fanatik hanya ke satu jenis makanan saja. Dalam jaring-jaring makanan, asam amino berlalu-lalang dari si pembuat awalnya, bisa dari bakteri, jamur, tumbuhan maupun dari beragam jenis hewan.

Asam amino yang masuk ke tubuh kemudian dijadikan prekursor untuk membuat asam amino yang lain dan kemudian disusun ulang menjadi suatu protein. Dalam  hal ini, setiap asam amino dibawa oleh tRNA tertentu untuk saling  digabung-gabung berdasarkan urutan penyandian yang yang ada di mRNA. Dan  mRNA disalin dari DNA. Jadi, komposisi protein dalam tubuh manusia diatur  oleh DNA (gen). Dengan kata lain, tubuh kita berdaulat penuh atas  komposisi protein penyusun tubuh. Tidak boleh ada satupun protein yang  datang dari luar tanpa melalui hidrolisis terlebih dahulu dalam sistem pencernaan dan/atau melalui  pemeriksaan yang intens oleh sistem kekebalan tubuh.

Lalu apa yang akan terjadi jika seseorang kekurangan satu atau dua  asam amino esensial karena tidak mampu membeli makanan yang bergizi  atau karena ketidaktahuannya tentang gizi? Yang akan terjadi adalah  komposisi protein tubuhnya akan mengalami perubahan yang salah  satunya disebut dengan gejala malnutrisi. Dampak dari malnutrisi ini  sangat luar biasa beragam. Beberapa yang sering terlihat antara lain  wajah kuyu, kulit kering, rambut rontok, kecerdasan mentok, kurang  kreatif, gampang marah, dll. Ternyata dampak tsb sering kita temukan  pada tubuh orang miskin. 

Dari uraian singkat diatas, maka terbuka kesempatan bagi kita-kita untuk menyajikan  makanan (atau mentraktir makan) dengan jenis makanan yang bukan makanan sehari-hari dari yang disajikan makan. Terbuka juga kesempatan untuk membawa oleh-oleh makanan dari  kampung halaman dengan material lokal yag khas, terutama material dari  hewan-hewan laut.

Jadi, nilai nilai penting dari memberi (lebih tepatnya, menyajikan) makanan ke orang lain, teman, tetangga, atau siapapun dia, bisa diartikan sebagai memberi kesempatan bagi mereka untuk memperlengkap kebutuhan asam amino esensialnya.

======

[note. aa amino esensial bagi tubuh manusia: H Histidine, I Isoleucine, L Leucine, K Lysine, M Methionine, F Phenylalanine, T Threonine, W Tryptophan, V Valine; semi esensial: Cystein bisa dibuat dari Methhionine dan Tyrosine bisa dibuat dari Phenilalanine]

Semoga bermanfaat

Mahasiswa PS Biologi via Jalur SNMPTN-Undangan

Keberhasilan calon mahasiswa bisa masuk ke PT dan atau Program Studi Impian sangat ditentukan oleh strategi dalam menentukan pilihan. Pada tahun penerimaan mahasiswa 2012/2013, 62% mahasiswa IPB diterima melalui jalur masuk SNMPTN-Undangan, 19% melalui SNMPTN-ujian, 12% melalui UTM (Ujian Talenta Mandiri), dan sisanya melalui BUD (Beasiswa Utusan Daerah). Jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN-Undangan mengalami penurunan sekitar 5% dari tahun sebelumnya. Namun begitu, sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku, jumlah mahasiswa yang wajib diterima oleh suatu PT melalui jalur SNMPTN  paling sedikitnya adalah 80%. Perincian angka 80% tsb tidak diatur lebih lanjut antara SNMPTN-undangan dan SNMPTN-ujian. Oleh karena itu, IPB  menerapkan acuan 60% dari undangan dan 20% dari ujian.

Penurunan yang lebih drastis ditemukan pada penerimaan mahasiswa untuk Program Studi Biologi yang melalui Jalur SNMPTN-Undangan, yaitu dari 74% turun menjadi 66%. Jika jalur undangan menurun maka jalur ujian harus naik sesuai ambang batas 80%. Hal ini menerbitkan strategi awal pemilihan Program Studi yang berkaitan dengan nilai rapor. Sebagai jalur pertama dari jalur-jalur yang lain, hasil SNMPTN-Undangan seharusnya bisa dijadikan semacam acuan untuk menentukan posisi nilai rapor yang bisa diterima oleh suatu Program Studi pada tahun itu. Sayang sekali, hal ini tidak mungkin bisa segera diketahui untuk bisa dijadikan bahan pertimbangan memilih. Yang bisa menerbitkan strategi adalah dari catatan pilihan mahasiswa yang sudah masuk tahun-tahun sebelumnya.

Tabel7

1. Dari Tabel 7 terlihat bahwa PS Biologi tidak pernah menerima mahasiswa pilihan 3, begitu juga dengan Fakultas Kedokteran Hewan. Terlihat adanya kecenderungan Fakultas Peternakan, Teknologi Pertanian dan Ekologi manusia untuk tahun 2013 tidak menerima pilihan 3. Dengan begitu, untuk meningkatkan peluang bisa diterima di IPB maka pilihan3 tidak seharusnya menuliskan Biologi, Kedokteran Hewan, Teknologi Pertanian dan Ekologi Manusia, meskipun hanya iseng karena kehabisan pilihan. Dalam dunia persaingan untuk menjadi mahasiswa yang semakin ketat maka “memilih karena iseng” harus dihindari. Yang bisa disarankan adalah memilih pilihan 3 yang masih dalam cakupan serumpun ilmu.

2. Secara keseluruhan di IPB, ada kecendrungan mahasiswa yang diterima adalah yang pilihan1, yaitu sekitar 50% mahasiswa IPB diterima melalalui jalur SNMPTN-undangan adalah yang memilih IPB sebagai pilihan1. Hal ini diperkuat oleh adanya kecendrungan meningkatnya pilihan1 sebesar 5% dari tahun 2013 ke 2013. Khusus untuk PS Biologi, peningkatan pilihan1 sebear 11%. Untuk tahun 2014, diduga pilihan1 akan semakin meningkat terus. Implikasinya bagi calon mahasiswa adalah memastikan bahwa PS idamannya dibuat menjadi pilihan1.

Strategi: pilihan1 adalah PS idaman, pilihan 2 dan pilihan 3 adalah PS yang serumpun dari pilihan 1.

Penentuan PS idaman (minat) bisa diperoleh melalui guru BK atau psikolog. Sedangkan pemilihan PS serumpun membutuhkan tambahan informasi yang bisa diperoleh via web dari setiap PS. Pada saat ini, informasi berbagai karakteristik dari suatu PS, mulai dari visi&misi, capaian pembelajaran, lama studi maupun bidang pekerjaan para alumni, relatif mudah diperoleh via web masing-masing PS, misalnya di

.http://achamad.staff.ipb.ac.id/lama-studi-di-program-studi-biologi-fmipa-ipb/

http://ipb.ac.id/index.php/education/undergraduate

 

 

IPB adalah Kampus Indonesia

IPB adalah kampus Indonesia bisa dilihat dari asal mahasiswanya (Tabel 4). Tentunya,yang mendominasi adalah mahasiswa asal Jawa Barat. Hal ini berkaitan dengan lokasi IPB di Bogor dan juga karena populasi penduduk Jawa Barat adalah yang paling besar di Indonesia. Selebihnya, asal mahasiswa IPB masih proporsional terhadap jumlah penduduk dari setiap Propinsi, Perkecualian ditemukan untuk DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Luar Negeri.

tabel4

Kalau dilihat dari latar belakang keluarga, maka sebagian besar mahasiswa IPB berasal dari keluarga PNS (Tabel 5). Hal yang menarik dalam 5 tahun terakhir adalah orang tua PNS dan swasta semakin lama semakin menurun mengirimkan putra-putrinya ke IPB dan digantikan dengan orang tua dengan profesi petani/nelayan. Hal ini mungkin berkaitan dengan program Bidik Misi dan keluasan cakupan sistem penerimaan mahasiswa Baru melalui model SNMPTN. IPB adalah pelopor menjaringan mahasiswa baru melalui undangan yang diadaptasi menjadi PMDk dan kemudian menjadi SNMPTN. Artinya, IPB sudah mengembangkan sistem pencatatan sekolah yang nilai raport siswanya sebanding dengan kualitasnya selama menjadi mahasiswa di IPB. Ketika pemerintah mewajibkan semua PT menjaring mahasiswa melalui SNMPTN maka beberapa SMA yang secara tradisi tidak pernah diundang oleh IPB menjadi bisa mengirimkan siswanya ke IPB. Pada tahun pertama SNMPTN, polanya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Masuk ke tahun kedua maka komposisi asal orang tua PNS dan Petani/Nelayan berubah drastis. Yang tetap stabil dari orang tua yang berwirausaha, yang bekerja di BUMN, pensiunan dan TNI/POLRI.

Sedangkan latar belakang pendidikan orangtua dari mahasiswa IPB (Tabel 6) masih proporsional dengan trend pendidikan di Indonesia.

Tabel 5. Pekerjaan Orang Tuang Mahasiswa IPB

2008

2009

2010

2011

2012

rata-rata

Pegawai Negeri

28.7

31.1

31.5

27.6

23.5

28.5

Wiraswasta

19.9

22

21.7

21.2

21.4

21.2

Swasta

12.7

15.4

21.3

23.9

17.8

18.2

Lainnya

14

9.3

5.2

5.4

6.4

8.1

Petani/Nelayan

4.8

5.4

5.8

6.4

16.4

7.8

BUMN

4.4

6.3

4.8

5.3

4.5

5.1

Pensiunan

3.4

4.4

5.5

4.7

4.1

4.4

TNI/POLRI

2.8

3.1

2.6

2.9

3

2.9

Tidak Diketahui

0.6

2.7

1.3

2.1

2.8

1.9

Rohaniawan

0.3

0.4

0.3

0.4

0.2

0.3

Tabel 6. Prosentase Pendidikan Orang Tua Mahasiswa IPB

2008

2009

2010

2011

2012

rata-rata

SLTA

36

33.5

33.9

7.2

36.1

29.3

S1/Sarjana

24.7

27.9

29.7

2.7

25.3

22.1

S2/Master

6.7

8.8

9.2

27.8

7.8

12.1

Diploma

6.8

6.1

6.4

35.4

5.5

12.0

SLTP

7.5

6.6

6.1

8.2

7.4

7.2

SD

6.7

6.1

6.2

2.1

10

6.2

Sarjana Muda

4.3

4.7

3.7

5.3

1.9

4.0

S3/Doktor

1.5

1.7

2.2

8.4

2.2

3.2

Tidak Tamat SD

3.1

2.6

2

0.9

3

2.3

Tidak Diketahui

2.6

2

0.6

2

0.7

1.6

Next Page »