Diversity of Freshwater Shrimp In Jambi

Nama : Lora Purnamasari G352110011
Pembimbing : Achmad Farajallah Daisy Wowor
Tanggal Lulus : 11 Nopember 2013
Judul Thesis : Keanekaragaman Udang Air Tawar Di Berbagai Tipe Habitat, Jambi
Diversity of Freshwater Shrimp In Several Habitat, Jambi
Ringkasan :
Udang air tawar Indonesia terdiri atas suku Atyidae dan Palaemonidae dari ordo Dekapoda. Udang air tawar berperan penting secara ekologis dan ekonomis. Faktor pembatas utama yang mempengaruhi keberadaan jenis udang air tawar antara lain karakteristik habitat, riparian dan kualitas lingkungan.

Provinsi Jambi termasuk daerah dengan hutan hujan tropis dataran rendah yang mengalami deforestasi tercepat di daerah Asia. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan ekosisitem sungai yang akan mempengaruhi penurunan keanekaragaman jenis udang air tawar.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari keanekaragaman udang air tawar pada sungai yang terdapat di kebun kelapa sawit, kebun karet, hutan rakyat dan hutan sekunder dalam kaitannya dengan alih fungsi lahan.

Dalam mengindentifikasi secara morfologi tidak terlepas dari kemungkinan kesalahan peneliti. Kesalahan identifikasi morfologi dapat disebabkan oleh fenomena cryptic spesies maupun sibling spesies. Fenomena tersebut dapat menyebabkan masalah sinonim yaitu terdapat nama ganda pada satu spesies atau sebaliknya. DNA barcode berfungsi untuk mengklarifikasi jenis udang air tawar. Gen yang digunakan yaitu COI, merupakan salah satu gen dalam genom mitokondria(mtDNA) yang sekuennya biasa digunakan sebagai barcode.

Koleksi sampel di lakukan di dua lokasi, lokasi satu pada sungai-sungai yang terdapat di Kabupaten Batanghari, dan lokasi dua sungai yang terdapat di Kabupaten Sarolangun. Penagambilan sampel dilakukan di empat tipe habitat, yaitu kebun kelapa sawit, kebun karet, hutan rakyat, dan hutan sekunder. Penentuan lokasi sampel secara purposive dilanjutkan dengan road sampling. Pengambilan sampel menggunakan hand net dan bubu. Identifikasi specimen berdasarkan Wowor et al. 2004 dan Cai et al. 2007. Faktor lingkungan yang diukur yaitu kecepatan arus, kedalaman sungai, kecerahan, pH, suhu, dan tipe substrat. Data udang air tawar dianalisis dengan menghitung keanekaragaman, dan kemerataaan. Hubungan jumlah individu dengan habitat dianalisis dengan Uji Kruskal Walis non parametric dan uji Multiple Comparisons. Hubungan faktor lingkungan terhadap jenis udang air tawar mengunakan Canonical Corespondance Analysis melalui software R. Indeks keanekaragaman dihitung menggunakan program Primer 5. Analisa kesaaman pada masing-masing habitat di analisi dengan Bray-Curtis melalui software R. Indeks keanekaragaman dihitung menggunakan program Primer 5.

Pada penelitian ini diperoleh 6 jenis udang air tawar, yaitu Macrobrachium malayanum, M. pilimanus, M. lanchesteri, Caridina malayensis, C. propinqua, C. excavatoides. Macrobrachium malayanum banyak diperoleh pada perairan yang memiliki arus deras maupun arus lambat, M. pilimanus diperoleh pada habitat yang memiliki arus deras, dan berbatu, sedangkan M. lanchesteri banyak diperoleh pada air tidak mengalir, kolam, dan rawa. Caridina malayensis, C. propinqua, C. excavatoides. diperoleh pada sungai yang memiliki tumbuhan air. Berdasarkan analisis Kruskal Wallis non parametric tidak adanya perbedaan nyata pengaruh alih fungsi lahan terhadap jumlah individu pada masing-masing tipe habitat pada lokasi satu maupun dua. Setelah dianalisis lebih lanjut dengan uji Multiple Comparisons terlihat perbedaan pada masing-masing habitat dalam mempengaruhi atau tidak terhadap jumlah individu.

Berdasarakan analisa Canonical Corespondance Analysis pada loaksi satu fakor lingkungan yang mempengaruhi distribusi Macrobrachium lanchesteri yaitu ketinggian, lebar dan pH. Faktor lingkungan yang mempengaruhi distribusi Caridina malayensis, C. excavatoides dan C. propinqua yaitu suhu dan pH. Faktor yang mempengaruhi distribusi jenis M. pilimanus dan M .malayanum adalah kecepatan arus dan kecerahan. Pada lokasi dua faktor lingkungan yang mempengaruhi distribusi M.  malayanum yaitu pH dan suhu. Faktor lingkungan yang mempengaruhi distribusi M. lanchesteri adalah pH dan kecerahan. Faktor lingkungan tidak berpengaruh secara langsung terhadap distribusi M. pilimanus.

Berdasarkan analisa Bray-Curtis menunjukkan pada lokasi satu, lahan pertanian monokultur disatu kelompok, karena memiliki kondisi yang seragam sehingga jumlah individu yang ditemukan hampir sama. Pada lokasi dua, terdapat dua kelompok besar, yaitu hutan rakyat dan kebun karet di satu kelompok, sedangkan kebun sawit dan hutan sekunder di satu kelompok.

Indeks keanekaragaman di lokasi satu tertinggi yaitu terdapat di habitat kebun kelapa sawit(1.148), sedangkan indeks kemerataan tertinggi di habitat hutan rakyat (0.934). Indeks keanekaragaman dilokasi dua tertinggi terdapat di habitat hutan sekunder (0.699), sedangkan indeks kemerataan tertinggi di habitat hutan rakyat (0.609).

Berdasarkan analisis DNA barcode penelitian ini berhasil mengkarakterisai gen COI sebesar 446 pb dari kedua sampel yaitu Macrobrachium malayanum dan M.pilimanus. Jarak genetik berdasarkan COI berkisar anatara 21.8% sampai 29.7% . Jarak genetic menghasilkan kekerabatan yang diilustrasikan melalui pohon filogeni. Pohon filogeni terdapat dua klad besar mengelompok.

Summary :
Freshwater shrimp Indonesia consists of Familyl Atyidae and Palaemonidae from ordo decapoda. Shrimp has important role ecologicaly and economicaly. The  factors of main barrier in influencing the presence of freshwater shrimp species include habitat characteristics, riparian and environmental quality.

Jambi province, including areas with lowland tropical rainforest is highest deforestation in the Asian region . The condition is feared could lead to an imbalance that will affect the river ecosystem decline in species diversity of freshwater shrimp.

The purpose of this research is to study the diversity of awar water on the river prawns contained in palm oil plantations, rubber plantations, community forests and secondary forests in relation to land use change.

Morphologically identification errors occurred due to the phenomenon of cryptic or siblings species. Both of them could cause problems on synonym that are multiple names on one species or vice versa.. DNA barcoding serves to clarify the types of freshwater shrimp . Used the COI gene, is one of the genes in the mitochondrial genome ( mtDNA ) is sekuennya commonly used as a barcode .

The shrimp were colelected from two locations, one at the location of the rivers that are in Batanghari, and the location of the two rivers located in Sarolangun. Collection freshwater shrimp were conducted in four habitat types i.e oil palm plantations, rubber plantations, community forests, and secondary forests. Determining the location of the purposive sample continue by using road sampling. Sampling using a hand net and fish traps. Specimen identification based Wowor et al . 2004 and Cai et al ., 2007. Water quality measured was pH, temperature, brightness, depth, velocity, and substrate. Data were analyzed with freshwater shrimp diversity index (Shanoon Wiener), and eveness index (Pielou’s). Relationship with the of individuals analyzed habitat with non-parametric Kruskal Walis and Multiple Comparisons test . Relationship of environmental factors on freshwater shrimp species corespondance Canonical Analysis using software through R. Diversity index were calculated using Primer 5 program. Similarity analysis of each habitat in the Bray Curtis analysis through software R. Diversity indices were calculated using Primer 5 program .

There were six spesies of freshwater shrip found, i.e Macrobrachium malayanum, M. pilimanus, M. lanchesteri, Caridina malayensis, C. propinqua, C. excavatoides. Macrobrachium malayanum obtained in slow flowing and fast flowing, M. pilimanus obtained in habitats fast flowing and substrate rocky, while M. lanchesteri obtained in habitat open country, water is not flowing, ponds and swaps. Caridina malayensis, C. propinqua, C. excavatoides. obtained on the river that has water plants. Based on Kruskal Wallis non-parametric analysis no significant differences influence conversion land toward individuals in each habitat type in one or two locations. Upon further analysis with Multiple Comparisons test looks at the difference in their respective habitats or not influence of the number of individuals

Corespondance Canonical Analysis Based on the analysis on the factor location environment that affects the distribution of Macrobrachium lanchesteri i.e altitude, depth and pH. Environmental factors affecting the distribution of Caridina malayensis, C. excavatoides and C. propinqua ie temperature and pH. Factors affecting the distribution of M. pilimanus and M .malayanum is the velocity and brightness . On location two environmental factors affecting the distribution of M. malayanum ie pH and temperature. Environmental factors affecting the distribution of M. lanchesteri is pH and brightness. Environmental factors do not directly affect the distribution of M. pilimanus .

Bray-Curtis analysis based on the location of the show, on the one land monoculture farming groups, as it has a uniform shape so that of individuals found nearly equal. At two locations, there are two major groups, secondary forests and rubber plantations in one group, while oil palm plantations and secondary forests in the group .

Index at the location of the highest diversity is found in oil palm plantation habitats(1,148 ), while the highest evenness index in community forest 0934 ). Diversity index of the location of the two highest in the secondary forest 0.699 ), while the highest evenness index in community forest habitat( 0609 )

Based on the analysis of DNA barcoding study is successful caracterize COI gene were 446 bp of the second sample of Macrobrachium malayanum and M. pilimanus. The genetic distance based COI were range 21.8 % up to 29.7 % .Genetic distance gene sequences generated relatedness as shown in phylogenetics tree. Phylogeny tree there are two major klad clustered

No Comment

Comments are closed.