Ectoparasitic worm on Cuora amboinensis and Cyclemys dentata

Nama : Rian Sri Rahayu (G04497062)
Pembimbing : Taruni Sri Prawasti Achmad Farajallah
Tanggal Lulus : 7 Januari 2003
Judul Skripsi : Cacing Ektoparasit pada Cuora amboinensis  dan Cyclemys dentata (Reptilia: Testudines: Emydidae) dari Beberapa Daerah di Indonesia
Ectoparasitic worm on Cuora amboinensis  and Cyclemys dentata (Reptilia: Testudines: Emydidae) from regions in Indonesia
Abstrak :
Cacing merupakan organisme yang mengambil makanan dari organisme lain dan memperoleh segala keuntungan dari hubungan itu. Salah satu contoh parasit adalah adalah cacing trematoda dari ordo Monogenea. Cacing trematoda ini pada umumnya bersifat ektoparasit. Penelitian keragaman cacing ektoparasit dilakukan terhadap 95 ekor Cuora amboinensis asal Bengkulu dan 20 ekor asal Sulawesi serta 61 ekor Cyclemys dentata asal Lampung dan 23 ekor asal Cilacap. Semua cacing ektoparasit yang menginfestasi Cuora amboinensis dan Cyclemys dentata yang ditemukan dalam penelitian ini termasuk ke dalam filum Platyhelminthes, kelas Trematoda, ordo Monogenea, superfamili Acanthocotyloidea dan famili Acanthocotylidae. Identifikasi lebih lanjut berdasarkan penampakan asesori opistohaptor, bentuk usus serta posisi, bentuk dan penampakan vitelaria membagi famili ini menjadi lima tipe. Prevalensi inang terbesar ada pada Cyclemys dentata asal Cilacap sebesar 21.74% sedangkan yang terkecil terdapat pada Cuora amboinensis asal Sulawesi sebesar 5.0%. Prevalensi jenis ektoparasit terbesar iCyclemys dentata asal Lampung adalah tipe B sedangkan asal Cilacap adalah tipe D. Pada Cuora amboinensis asal Bengkulu, prevalensi jenis ektoparasit terbesar adalah tipe A dan untuk asal Sulawesi adalah tipe E. Intensitas infestasi ektoparasit terbesar ada pada Cyclemys dentata asal Lampung, yaitu sebesar 2.33
Abstract
Parasite is an organism that takes nutrient from other organism and gets many advantegs from the relation. For example is trematoda’s worm from order Monogenea. Generally, these worms are ectoparasitic. The research of diversity ectoparasitic worm was done on 95 heads of Cuora amboinensis from Bengkulu and 20 heads from Sulawesi, and 61 heads of Cyclemys dentata from Lampung and 23 heads from Cilacap. All the ectoparasitic worm are that infected Cuora amboinensis and Cyclemys dentata in this research can be included into the phylum Platyhelminthes, class Trematoda, order Monogenea, superfamily Acanthocotyloidea, and family Acanthocotylidae. This family is divided into five types based on the appearance of opistohaptor accessories, shape of intestine and the position, shape and appearance of vitelaria. The highest prevalence of host is on Cyclemys dentata from, that is 21.74%, whereas  the lowest prevalence is on Cuora amboinensis from, that is 5.0%. The highest prevalence of ectoparasite type on Cyclemys dentata from Lampung is type B, whereas from  Cilacap is type D. On Cuora amboinensis from Bengkulu, the higest prevalence of ectoparasite type is type A and which from Sulawesi is type E. The highest intensity of ectoparasite is on Cyclemys dentata from Lampung, that is 2.33.

No Comment

Comments are closed.