Bekicot

Faouq:
…..kemudian saya ingin bertanya tentang Bekicot.
Sewaktu kecil saya sering menyiksa berbagai macam hewan namun sekarang sudah insyaf. Salah satunya yang pernah saya lakukan adalah memberikan garam dapur kepada bekicot sehingga bekicot mengeluarkan lendir berbusa yang banyak (mleceh).
Pertanyaanya: Mengapa demikian dan apakah ada kaitannya dengan fisiologi bekicot tersebut akibat pemberian garam dapur?

AFM:
Kalau ditanya “mengapa demikian” maka jawabannya bisa macam-macam.
Tetapi kalau ditanya “apa yang terjadi” atau “bagaimana” maka jawabannya lebih pasti.
Lapisan terluar (epidermis) tubuh bekicot yang dilengkapi dengan eksoskeleton sangat berbeda dengan hewan lain yang tanpa eksoskeleton. Kandungan kitin pada sel-sel epidermis bekicot berbentuk granul. Sebagai bagian pelindung, bentuk granul tsb kurang baik “melindungi” lapisan sel-sel dibawahnya. Sedangkan kitin pada sel-sel epidermis hewan yang tanpa eksoskeleton mempunyai struktur berlapis-lapis dan menyebar rata di seluruh sel-sel epidermis. Jadi kalau keong terkena cairan hipertonis maka cairan yang ada sel-sel di bawah epidermis dan dermis akan keluar otomatis tanpa bisa dihindari.
Hal yang serupa adalah kalau kita kumur-kumur dengan cairan garam, maka cairan dari epidermis rongga mulut dan faring akan mengalir keluar. Sebaliknya, kalau ke permukaan kulit lengan kita tetesi dengan air laut maka tidak terlihat terjadi apa-apa. Desain lapisan kitin di sel epidermis rongga mulut berbeda dengan desain epidermis kulit.

No Comment

No comments yet

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.