Dahi Pria dan Wanita

Luthfi:
Ada salah satu hal yang membuat saya penasaran selama ini dan bermaksud menanyakannya ke Bapak. Apakah dahi laki-laki dan perempuan itu berbeda komposisi dalamnya? Selama ini saya sering melihat ada laki-laki tertentu yang dahinya menghitam, katanya karena terbiasa sujud (shalat). saya pikir, itu wajar karena kulit dahi akan bergesekan dengan lantai atau tempat sujud, tapi kenapa saya tidak menemukan sama sekali perempuan dengan dahi seperti itu? Padahal kan bisa jadi kuantitas dan kualitas seorang perempuan mungkin lebih baik dari seorang laki-laki. Apakah ada perbedaan komposisi dahi (entah bentuk, kimiawi, dan lainnya) antara laki-laki dan perempuan? Saya mencoba mencarinya di google, tapi tidak menemukan jawaban yang saya cari.

AFM:
Saya ndak tahu pasti apa penyebabnya mBak. Setelah masuk ke Bogor 30 tahun yang lalu saya juga heran, kenapa yang banyak tanda hitam di dahinya justru orang kota. Di kampung saya, jarang menemukan hal itu.
Spekulasi saja mBak, jangan-jangan orang kota mudah “riya” sehingga butuh tanda hitam tsb. Dalam suatu riwayat, Ibnu Umar pernah menegor anak asuhnya yang tidak dikenalinya lagi gara-gara ada tanda hitam di dahinya. Beliau berkata “bekas apa yang ada di kedua matamu? Sungguh aku telah lama bersahabat dengan Rasulullah, Abu Bakar, Umar dan Ustman. Apakah kau lihat ada bekas tsb pada dahiku?”
Okelah, seingat saya ada perbedaan bertumpunya tangan ketika sujud antara laki dan wanita. Pada laki-laki, tumpuan sujud ada di dahi karena siku sangat renggang dari rusuk; sedangkan tumpuan sujud wanita tersebar antara dahi dan tangan karena siku tidak renggang dari tubuh.
Ada gaya sujud yang berbeda antara laki-laki (agak kasar) dan wanita (lembut). Ada gaya yang berbeda ketika mau sujud, ada yang tangan duluan, diikuti lutut baru kemudian dahi; dan ada yang lutut duluan, baru tangan kemudian dahi. Kalau jarak antar shaf lebar (atau sajadahnya panjang) maka tumpuan ke dahi jauh lebih berat dibanding kalau jarak antar shaf sempit (atau sajadahnya pendek).
Tetapi, tetap saja saya tidak tahu apa penyebab yang sebenarnya dari pertanyaan mBak Luthfi ini.

No Comment

No comments yet

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.