Genetic variation of Batavian People

Nama : Imam Civi Cartealy (G04496008)
Pembimbing : Bambang Suryobroto Achmad Farajallah
Tanggal Lulus : 25 Januari 2001
Judul Skripsi : Keragaman Genetik Populasi Betawi
    Genetic variation of Batavian People
Abstrak :  
Masyarakat Betawi merupakan suku bangsa yang dipercaya sebagai penduduk asli Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik Populasi Betawi melalui keragaman mikrosatelit. Variabilitas genetik (H) Populasi Betawi sebesar 0.665. Variabilitas genetik populasi Betawi lebih besar dibandingkan dengan populasi Indonesia lainnya seperti populasi Batak dan Jawa sebesar 0.58 dan 0.59. Hal ini karena awalnya populasi Betawi terbentuk dari pencampuran antar suku bangsa. Variabilitas genetik populasi Betawi yang tinggi mengindikasikan kesetimbangan Hardy-Weinberg. Selain variabilitas genetik yang tinggi, kesetimbangan Hardy-Weinberg dalam populasi Betawi dijaga oleh ukuran populasi Betawi yang besar. Walaupun perkawinan dalam satu kelurahan cukup tinggi, namun uji fiksasi Wright menunjukkan tidak terjadi inbreeding di dalam populasi Betawi. Hal ini disebabkan pada populasi Betawi terjadi pertukaran genetik antara populasi Betawi dengan bukan Betawi. Pertukaran genetik tersebut menunjukkan populasi Betawi merupakan populasi yang tidak terisolasi. Hal ini juga berperan dalam menjaga populasi Betawi berada dalam kesetimbangan Hardy-Weinberg.
Abstract :  
Batavian community is believed as native people of Jakarta. The aim of the research is to explore the genetic diversity of Batavian population using microsatellite as genetic marker. The gene diversity or average heterozigosity (H) of Batavian population is 0.665, This is higher than other Indonesian populations, i,e. Batak and Javanese population (0.58 and 0.59, respectively). The high level of gene diversity is caused by previous interethnic admixture. The high level of gene diversity conform with Hardy-Weinberg equilibrium. The equilibrium is also maintained by the large size of Batavian population. Despite inter-district marriage. there is no inbreeding in the population. This phenomenon could be explained by genetic admixture between Batavian and non Batavian. The admixture indicates that the Batavian population is not an isolated population. This factor also maintains the Hardy-Weinberg equlibrium.

 

No Comment

Comments are closed.