Kajian Populasi Labi-Iabi Belawa, Amyda cartilaginea

Nama : Barkah Muliawati    C24104042
Pembimbing : Yusli Wardiatno Achmad Farajallah
Tanggal Lulus : 2009
Judul : Kajian Populasi Labi-Iabi Belawa, Amyda cartilaginea (Testudinata; Trionychidae) Berdasarkan Variasi mtDNA
Abstrak    
Upaya pengelolaan spesies berbasis genetik berguna untuk memprediksi kelangsungan hidup suatu populasi di masa depan dan  bahan pertimbangan untuk usaha-usaha konservasi. Variasi genetik suatu populasi dapat dievaluasi dengan berbagai cara mulai dari tingkat morfologi sampai ke molekular. Analisis DNA mitokondria (mtDNA) sering digunakan untuk mempelajari keragaman genetik populasi dan hubungan-hubungan filogenetik. Genom mitokondria memiliki pewarisan sifat dari ibu/maternal. Adanya kekhasan karakteristik mtDNA memungkinkan untuk mengkaji populasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status populasi labi-labi A. cartilaginea di Desa Belawa, Cirebon, berdasarkan keragaman mtDNA. Penelitian ini dilaksanakan pada awal Agustus hingga akhir Oktober 2008. Pengamatan lapangan menunjukan hasil bahwa labi-labi Belawa didominasi oleh fase remaja (82%). Selain itu, labi-labi Belawa terdiri dari 13 jantan dan 21 betina. Berdasarkan daerah kontrol mtDNA, labi-labi Belawa memiliki empat haplotipe (nilai h=0,18). Jika populasi Belawa disatukan dengan Sumatera, Jawa, dan Kalimantan maka terdapat 28 haplotipe. Tiga haplotipe menyebar lebih dari satu lokasi. Sedangkan sisanya menyebar untuk satu lokasi. Rata-rata nilai keragaman nukleotida (?) untuk labi-labi Belawa adalah 11%. Hal ini  mencerminkan adanya keragaman genetik yang relatif tinggi. Jarak genetik antar populasi labi-labi menunjukan bahwa labi-labi Belawa paling dekat dengan populasi Pangkalanbun dan paling jauh dengan populasi Sanggau (nilai D=0,46 dan 5,27). Jika disatukan dengan populasi lain, terlihat adanya struktur genetik sebagai gambaran pemisahan populasi menjadi tiga unit, yaitu unit populasi Riau-Sumatera Selatan-Jambi-Bengkulu, unit populasi Flamboyan-Sebangau-Sanggau, dan unit populasi Pangkalanbun-Banjarbaru-Belawa-Jember (nilai D=0,03; 1; dan 0,80). Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa keragaman genetik labi-labi Belawa masih tinggi dan dalam tingkat aman untuk dieksploitasi.

[ Skripsi – fulltext ]

 

No Comment

Comments are closed.