Kolokium Fia A Zakky

Fia Afiani Zakky (G34100080), Taruni Sri Prawasti dan Achmad Farajallah. 2014. Keanekaragaman Tungau Ektoparasit dan Pola Pelekatannya pada Cicak Cosymbotus sp. di Perumahan, Pasar, dan Hutan Universitas Indonesia, Depok. Kolokium Departemen Biologi Fakultas MIPA IPB, Januari 2014.

PENDAHULUAN
Cicak merupakan hewan yang akrab dengan kehidupan manusia. Cicak dapat ditemukan diberbagai kondisi lingkungan. Cicak Cosymbotus merupakan salah satu cicak rumah yang sering ditemukan. Cicak ini termasuk kedalam famili Gekkonidae, ordo Squamata dan kelas Reptilia (George et al. 2001). Ciri-ciri dari spesies ini memiliki moncong panjang,terdapat lamela disepanjang tubuh bagian samping, ekor pipih memanjang dengan pinggir bergerigi, dan permukaan ventral tubuh berwarna putih (Nurhidayat 2013). Saepudin (2004) melaporkan Cosymbotus platyurus Scheneider ditemukan di Bogor dengan kondisi lingkungan berupa bangunan, semak dan pohon. Daerah sebaran dari C. platyurus yaitu Nias, Sumatera, Riau, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Lombok, Flores, Sumba, dan Halmahera (Rooij 1915).
Koevolusi antara inang dengan parasitnya dapat menunjukkan spesifitas pola perlekatan cicak dengan tungau. Kaitan antara bagian tubuh cicak dan parasit mampu menginfeksi banyak bagian tubuh. Sesuai dengan yang telah dikemukakan oleh Rivera et al. (2003) bahwa tungau ektoparasit pada cicak banyak ditemukan di sekitar ekor, ketiak, dan leher. Berdasarkan Andrei et al. (2000) Cosymbotus banyak diinfestasi oleh tungau Geckobia. Hal ini sesuai dengan Prawasti et al. (2013) yang melaporkan bahwa C. platyurus diinfestasi oleh tungau Geckobia sp. 1, Geckobia sp. 2 dan Geckobia sp. 3. Tungau Geckobia memiliki ciri umum yaitu adanya skutum dorsal, mulut, koksa dengan seta kaku (spur), dan sebaran seta pada tubuh (Lawrence 1936). Belum ada laporan tentang inventarisasi dan identifikasi tungau di Kota Depok sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman, intensitas infestasi, dan pola pelekatan tungau ektoparasit pada cicak genus Cosymbotus di Kota Depok.

Waktu dan Tempat
Penelitian akan dilaksanakan mulai bulan Januari hingga Juni 2014. Pengambilan sampel dilakukan di area pasar tradisional, perumahan dan hutan Universitas Indonesia. Identifikasi cicak dan tungau serta pembuatan preparat tungau dilakukan di Laboratorium Mikroteknik, Bagian Biosistematika dan Ekologi Hewan, Departemen Biologi, FMIPA IPB.

Bahan
Materi penelitian yaitu Cicak dari genus Cosymbotus, dan tungau yang menginfestasi cicak Cosymbotus.

Metode

    Penangkapan Cicak dan Koleksi Tungau Ektoparasit

Sampel cicak diperoleh secara bertahap dengan metode road sampling. Cicak ditangkap secara langsung menggunakan tangan atau air sabun. Cicak yang telah ditangkap, diidentifikasi, dan diawetkan dalam alkohol 70% serta diberi label sesuai area penangkapan. Tungau yang melekat pada setiap individu cicak yaitu di bagian kepala (a), telinga (b), ketiak (c), badan (d), paha (e) ekor (f), tungkai depan (g), dan tungkai belakang (h) diambil menggunakan sonde. Tungau yang diperoleh dihitung dan disimpan secara terpisah didalam tabung yang berisi alkohol 70% berdasarkan tempat pelekatan per individu cicak.

    Pengukuran karakter Tubuh

Menggunakan kaliper dengan ketelitian 0.05 nm mengikuti cara Hikida dan Ota (1989). Bobot cicak ditimbang dengan timbangan digital merek AND (cap. 200g). Pada sediaan utuh preparat tungau dilakukan pengukuran terhadap bagian gnatosoma, panjang dan lebar tubuh tungau.
Preparat Integumen Cicak
Pembuatan preparat integumen cicak dilakukan menggunakan metode Gordon dan Bradbury (1990). Semua bagian integumen cicak yang terinfestasi tungau dibuat preparat sayatan. Larutan fiksatif yang digunakan yaitu FAAAC (Formaldehyde acetic acid aquadest CaCl2). Integumen cicak dipotong sebesar 0.5×0.5 cm dan didehidrasi bertingkat (30%-100%), penjernihan dengan xilol, infiltrasi dan diblok dengan parafin. Blok parafin disayat dengan ketebalan 6 ┬Ám dan hasil sayatan diwarnai dengan pewarna Hematoksilin-Eosin.

    Pembuatan Preparat Tungau

Preparat tungau dibuat dengan metode sediaan utuh menggunakan media polivinil alkohol. Tungau yang telah diawetkan diletakkan pada gelas objek, ditetesi media polivinil alkohol dan ditutup dengan gelas penutup. Preparat dikeringkan diatas hotplate dengan suhu 40oC selama dua minggu (Zhang 1963).
Identifikasi Cicak dan Tungau Ektoparasit
Cicak diidentifkasi menggunakan kunci determinasi Rooij (1915), sedangkan tungau diidentifikasi menggunakan kunci determinasi Krantz (1978) hingga tingkat famili dan Lawrence (1936) hingga tingkat genus dan spesies. Tungau yang termasuk genus Geckobia dikelompokkan dan diberi nomor mengikuti Prawasti et al. (2013).

    Analisis Data

Analisis keberadaan tungau pada tubuh cicak meliputi nilai prevalensi, intensitas infestasi dan intensitas total dihitung mengikuti metode Barton & Richard (1966). Analisis pola perlekatan tungau dengan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) mengikuti Sarwono (2009).

DAFTAR PUSTAKA
Andrei V, Bochkov, Sergei VM. 2000. Two new species of genus geckobia (Acarai: Pterigosimatidae) from geckons (Lacertilia: Gekkonomorpha) with a brief review of host-parasite association of the genus. Russian J Herpetology 1 (7): 61-68.
Barton DP, Richards SJ. 1996. Helminth infracommunities in Litoria genima-culata (Amphibia: Anura) from Birthday Crek, an upland rainforest stream in Northern Queensland, Australia. Int J Parasitol 26: 1381-1385.
George R, Laurie J, Janalee P. 2001. Herpetology. Ed ke-2. San Diego: Academic Press.
Gordon KC, Bradburry P. 1990. Microanatomy and paraffin Section. Di dalam: Brackoft JD, Steven A. editor. Theory and Practice of Histological Techniques. Ed ke-3. London (GB): Churchil & Livingstone.
Hikida T, Ota H. 1989. A New Triploid Hemidactylus (Gekkonidae: Sauria) from Taiwan, with comments on morphological and karyological variation in the H. garnotii-vienamamensis complex. Herpetology 23 (1): 50-60.
Krantz GW. 1978. A Manual of Acarology. Ed. ke-2. Covallis: Oregon Univ.
Lawrence RF. 1936. The prostigmatic mites of South African lizard. Parasitology 28:1-39.
Nurhidayat HS. 2013. Inventarisasi dan identifikasi tungau ektoparasit pada cicak di Kabupaten Sumedang [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.
Prawasti TS, Farajallah A, Raffiudin R. 2013. Three Species of Ectoparasite Mites (Acari: Pterygosomatidae) Infested Geckos in Indonesia. Hayati J Biosci. 20(2):80-88.doi:10.4308/hjb.20.2.80.
Rivera CCM, Negron AG, Bertrand M, Acosta J. 2003. Hemidactylus mabouia (Sauria: Gekkonidae), host of Geckobia hemidactyli (Actinedida: Pterygosomatidae), throughout the Caribbean and South America. Caribbean J Sci. 39(3):321-326.
Rooij N de. 1915. The Reptiles of the Indo-Australian Archipelago. I. Lacertilia, Chelonia, Emydosauria. Leiden (NL): E.J. Brill, Ltd.
Sarwono J. 2009. Statistik Itu Mudah : Panduan Lengkap untuk Belajar Komputasi Statistik Menggunakan SPSS 16. Yogyakarta (ID): Andi Pub.
Saepudin A. 2004. Beberapa spesies cicak dan tokek (family Gekkonidae) di wilayah Bogor [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.
Zhang ZQ. 1963. Mites of Greenhouses: Identification, Biology and Control. Wallingford: CABI Publishing.

No Comment

Comments are closed.