Malayemys, Lindholm, 1931

Genus ini diwakili hanya oleh satu spesies, yaitu Malayemys subtrijuga (Schlegel and Muller, 1844).

Pengenalan

Karapas M. subtrijuga dapat mencapai panjang 21 cm, walaupun kebanyakan individu berukuran lebih kecil. Karapas lonjong, agak melengkung, tidak bergerigi tetapi di bagian posterior bertakik, dan terdapat 3 lunas diskontinyu yang mempunyai knob yang terletak di pinggir posterior setiap sisik yang dilewati. Lunas median memanjang melalui 5 sisik vertebral, tetapi lunas lateral hanya sampai ke sisik pleural ke-4. Vertebral lebih lebar dibanding panjangnya. Neural tidak memanjang dan di jajaran pertengahan lebih pendek di posteriornya. Empat vertebral menutupi 4 neural. Warna karapas berkisar dari coklat terang sampai tua, kadang-kadang mahagoni, dengan batas pinggir kuning atau krem. Knob dari lunas dan lipatan marginal lebih gelap dibanding bagian karapas yang lain. Plastron tanpa engsel lebih kecil dibanding bukaan karapas dan posteriornya bertakik. Lobus posterior agak lebih pendek dibanding jembatan. Penopang plastron sangat kuat; aksilar melekat ke permukaan latero-ventral dari kostal pertama dan inguinal memanjang kira-kira sepertiga dari panjang sutura antara kostal ke-5 dan ke-6. Entoplastron terletak anterior dari lipatan humero-pektoral. Formula plastron adalah abd>fem>pect><an>hum><gul. Plastron kuning atau krem dengan bulatan besar berwarna coklat gelap atau hitam di setiap sisik. Dua bulatan besar hitam terdapat di jembatan. Kepala relatif besar dan moncong menonjol (proyeksi) ke anterior. Emarginasi posterior dari tulang tengkorak sangat dalam tetapi emarginasi bagian ventral sangat dangkal. Emarginasi posterior memisahkan supratemporal dari postorbital dan meluas sampai ke tulang frontal. Squamosal yang bersinggungan dengan maksila melebar. Foramen orbito-nasal kecil. Rahang atas bertakik di bagian median; permukaan penggerusnya rata dan lebar dengan sedikit kasar di bagian tengah (suatu adaptasi untuk menggerus cangkang keong. Pada rahang bawah, tulang angular pendek dan preartikular memanjang lebih ke anterior; prosses koronoid sangat besar.  Kepala hitam dan dihiasi dengan garis-garis berwarna kuning  atau krem. Garis pertama mulai dari moncong di atas nostril memanjang ke posterior di atas kedua orbit sampai ke leher. Garis kedua mulai pada setiap sisi moncong tepat di belakang nostril dan melengkung ke bawah kemudian ke belakang melewati bawah orbit sampai ke leher. Dua garis tipis dimulai dari nostril sampai ke takik median rahang atas; jika mulut tertutup, garis-garis tersebut bersinggungan dengan  garis serupa yang terdapat di rahang bawah. Garis tipis yang lain dimulai di belakang orbit dan melintasi timpanum. Garis diskontinyu yang lain kadang terdapat di rahang bawah. Di dorsal kepala ditutupi oleh satu sisik sedangkan di belakang kepala ditutupi oleh sejumlah sisik. Warna anggota tubuh adalah abu-abu sampai hitam dengan warna kuning sempit di tepi sebelah luar.

Killebrew (1977a) melaporkan kariotip kura-kura ini adalah 2n=52 (8 pasang metasentrik, 3 pasang submetasentrik dan 2 pasang daripada makrokromosom, dan 13 pasang mikrokromosom), tetapi penelitian lebih baru oleh Bickham (1981) menemukan bahwa jumlah kromosom diploidnya hanya 50 kromosom.

Plastron kedua seks adalah datar, sehingga penentu seks harus didasarkan pada karapas  yang panjang dan ekor yang lebih tebal pada jantan.

Penyebaran

Penyebaran M. subtrijuga  mulai dari Vietnam bagian Selatan terus ke Barat melewati Kamboja dan Thailand (dan mungkin Burma bagian Selatan) dan terus ke Selatan melewati Semenanjung Malaya, Sumatera sampai ke Jawa. Di Jawa banyak ditemukan di daerah rawa-rawa di sekitar Banten.

Habitat

Kura-kura ini hidup di badan perairan yang mengalir tenang dengan dasar perairan lembut dan banyak vegetasi akuatiknya. Juga ditemukan di danau, kanal, aliran kecil, rawa dan pesawahan padi.

Kehidupan

Telur M. subtrijuga memanjang berwarna putih dengan ukuran 40-45 x 20-25 mm (smith, 1931), dan Ewert (1979) melaporkan bahwa 11 anak kura-kura yang baru menetas mempunyai panjang karapas 35.3 mm. M. subtrijuga pada dasarnya dalah pemakan keong, walaupun juga memakan cacing tanah, insekta air, krustasea dan ikan kecil (Wirot, 1979). Banyak spesimen berukuran kecil diimpor ke USA sebagai hewan piara.

No Comment

Comments are closed.