Megabiodiversity Country

Indonesia dikenal dengan sebutan megabiodiversity country. Sebutan ini tidak berlebihan karena letak geografis Indonesia memungkinkan memunculkan ekosistem tropis hujan yang sangat kaya serta unik. Secara turun-menurun berbagai suku bangsa yang hidup di berbagai Indonesia telah memanfaatkan kekayaan ekosistem tersebut, baik flora maupun faunanya untuk berbagai kepentingan, antara lain bahan makanan, obat-obatan tradisional, piaraan dsb. Pemanfaatan tersebut dilakukan oleh mereka secara lestari dalam arti ekploitasi yang dilakukan masih memperhatikan prinsip keseimbangan alam sekitar.

Perkembangan masyarakat modern yang ditandai dengan perdagangan bebas antar negara banyak mengubah perilaku masyarakat tradisional yang tidak proporsional. Salah satu dampak yang terlihat adalah eksploitasi sumberdaya alam dilakukan melebihi kapasitas pemulihan oleh alam itu sendiri yang dalam beberapa hal menjangkau wilayah-wilayah terpencil (remote area) di Indonesia. Wilayah-wilayah ini biasanya diidentikkan dengan wilayah dengan ekosistem hutan. Sedangkan ekosistem hutan yang berdekatan dengan pusat-pusat aktifitas manusia secara drastis telah mengalami kemunduran kualitasnya. Berbagai ekosistem kemudian mengalami kerusakan dan/atau terfragmentasi. Kondisi diatas merupakan salah satu penyebab penurunan biodiversitas dan keterancaman kepunahan spesies. Sejak itu, kita terus menerus berkejaran dengan waktu, antara keterancaman, pemanfaatan dan konservasi spesies-spesies asli Indonesia.

Tekanan globalisasi yang hebat telah membawa keterbukaan, meniadakan batas-batas wilayah dan sekaligus penurunan kualitas ekologi. Perdagangan global telah merambah ke segala aspek kehidupan yang tidak terbatas ke produk-produk sintetik melainkan menjangkau jauh sampai ke eksploitasi yang berlebihan terhadap sumberdaya alam. Dengan begitu, kita sebagai orang yang mempelajari biologi harus mencari titik temu untuk meningkatkan kesejahteraan dari sumberdaya alam yang kita punya sehingga sebutan megabiodiversity country bukan hanya isapan jempol. Melainkan kita memang bisa sejahtera akibat julukan tersebut dan karena kebetulan kekayaan dunia itu ada di wilayah Indonesia.

No Comment

Comments are closed.