Morphogenetic traits of cats in Bogor

Nama : Muley Agustina Noor G34103077
Pembimbing : RR Dyah Perwitasari Achmad Farajallah
Tanggal Lulus : 19-Sep-07
Judul Skripsi : Morfogenetik Kucing (Felis domesticus) di Bogor
¬†   Morphogenetic traits of cats (Felis domesticus) in Bogor
Abstrak: Kucing domestik (F. domesticus) yang biasa dimafaatkan sebagai hewan peliharaan dan penghalau tikus ini merupakan hasil domestikasi dari F. lybica, F silvestris dan F. ocreata. Kucing ini memiliki berbagai variasi pola dan kombinasi warna, panjang ekor serta panjang rambut. Semua variasi tersebut merupakan hasil ekspresi dari banyak gen, dimana dalam suatu populasi terdapat keragaman gen tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman kucing (F. domesticus) di wilayah Bogor berdasarkan karakter morfologi yang diekspresikan dari 11 lokus, diantaranya lokus w~W, A~a, B~b~b(1), C~cb~cs~ca~c, Ta~T~tb, D~d, s~S, L~l, o~O, i~I, dan m~M. Nilai frekuensi alel tersebut dihitung dengan menggunakan metode square-root dan maximum likelihood. Nilai heterozigositas (h) dan heterzigositas rataan (H) digunakan untuk mengetahui keragaman alel tersebut. Total kucing yang diperoleh dari 11 kecamatan di Bogor sebanyak 1425 individu. Pada studi ini, alel b1 (lokus B~b~b(1)) dan c(b) (lokus C~c(b)~c(s)~c(a)~c) yang mengekspresikan warna cinnamon dan burmesse telah ditemukan. berdasarkan nilai frekuensi alel, tipe liar memiliki nilai yang lebih tinggi dari tipe mutan, kecuali pada lokus A~a dan karakter ekor pendek. Nilai heterozigositas (h) dari masing-masing lokus diantaranya 49.4% (lokus A~a) 49.2% (lokus s~S), 56.7% (lokus B~b~b(1)), 32.7% (lokus D~d), 45.5% (lokus o~O), 52.3% (lokus T(a)~T~t(b)), 8% (lokus w~W), 16.4% (lokus C~c(b)~c(s)~c(a)~c), 15,5% (lokus L~l), 3.1% (lokus i~I) dan 46.3% (lokus m~M). Lokus B~b~b(1) memiliki keragaman alel (h) yang lebih tinggi dibandingkan lokus lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kucing yang memiliki alel tersebut tersebar luas sehingga terjadi kawin acak. Kecamatan Cisarua dan Tamansari secara berurutan memiliki nilai heterozigositas rataan (H) yang tertinggi dan terendah. Total nilai heterozigositas rataan (H) pada 11 kecamatan di Bogor sebesar 33.5%. Hal ini berarti keragaman genetik pada kucing d daerah Bogor mengalami peningkatan dari hasil laporan penelitian Nozawa et al. (1983) (28.8%). Kondisi ini dapat terjadi karena adanya karakter tipe mutan dan kawin acak.

[ Skripsi Lengkap – fulltext ]

 

No Comment

Comments are closed.