Notochelys Gray, 1863a

Genus ini unik dengan sisik vertebral lebih dari 5. Biasanya 6 atau 7, atau 2 sisik kecil berkembang diantara vertebral normal ke-4 dan ke-5. Sisik tambahan ini berhubungan simetri dengan sisik pleural yang berdekatan dan posisinya tepat dalam jajaran vertebral. Hal ini berbeda dengan vertebral abnormal tambahan yang berasal dari pembagian asimetri yang ditemukan pada kura-kura lainnya. Dikenal hanya satu spesies, yaitu Notochelys platynota.

Notochelys platynota (Gray, 1834a)

Pengenalan

Karapas oval sampai memanjang (sampai 32 cm), bagian dorsal datar dan tepi posterior bergerigi (lebih-lebih pada juvenil). Terdapat lunas median yang terpotong-potong. Vertebral ada 6 atau 7; 4 yang pertama dan yang paling posterior berukuran besar yang lebih lebar dibanding panjang, tetapi antara vertebral ke-4 dan terakhir terdapat sisik tambahan yang lebih kecil dan panjang sama dengan lebar atau sedikit lebih panjang dibanding lebar. Neural heksagonal lebih pendek di anteriornya. Warna karapas beragam mulai dari coklat kehijauan sampai coklat kekuningan atau coklat kemerahan, dan pada setiap sisik terdapat spot atau pencaran berwarna gelap. Juvenil mempunyai dua spot pada setiap vertebral dan satu spot pada setiap neural. Plastron dan karapas dihubungkan oleh ligamen walaupun masih ditemukan jembatan, penopang plastron biasanya tidak ditemukan pada kura-kura dewasa. Engsel transversal pada kura-kura dewasa kurang berkembang di antara hyo dan hypoplastron. Entoplastron dipotong oleh lipatan humero-pectoral. Formula plastron adalah abd><pek>an>gul>hum >fem; dan bagian posterior sisik anal tidak atau sedikit bertakik. Plastron dan jembatan berwarna kuning sampai oranye dengan spot besar berwarna gelap pada setiap sisik. Pada tengkorak mungkin terdapat squamosal. Smith (1931) melaporkan bahwa tengkorak mempunyai lengkung temporal yang lengkap atau kurang tergantung pada hilangnya quadratojugal dan postorbital. Pada genus-genus Asia, squamosal (=quadratojugal) tidak ada atau hilang. McDowell (1964) menemukan bahwa squamosal pada dua tengkorak Notochelys yang diuji, dan telah secara skeptis dilaporkan tidak adanya tulang ini karena mudah lepas selama preparasi, meninggalkan jejak sedikit atau tidak sama sekali pada quadrat sebagai pembentuknya. Jika ada, squamosal dipisahkan dari jugal oleh postorbital. Foramen orbito-nasal yang mewadahi arteri palatine dan arteri anastomotic bergabung dengan kanal arteri Vidian, bagian lateral di atas lantai kanal cavernosum sampai ke batas dari basiphenoid dan bagian anterior sampai ke foramen caroticum primitif. Fissure ethmoid melebar dan postlagenar hiatus besar dan membulat. Anterior dari prosses parietal sangat menjulur keluar, bersinggungan dengan jugal. Rahang mempunyai permukaan penggerus yang sempit dan rata. Rahang atas bertakik median yang dibatasi oleh dua mangkok mirip gigi. Moncong agak mencuat dan permukaan posterior kepala ditutupi oleh sisik-sisik kecil. Kepala dan leher coklat, pada juvenil terdapat garis kuning longitudinal menutupi kedua mata dan garis-garis yang lain mulai dari sudut mulut ke arah belakang sampai leher. Anggota tubuh coklat dan mempunyai sisik melebar transversal. Jari-jari berselaput dan ekor panjang.

Carr dan Bickham (1986) melaporkan kariotipnya adalah 2n=52.

Jantan mempunyai plastron yang lebih cekung dengan ekor lebih tebal dibanding plastron yang datar pada betina.

Penyebaran

Berkisar dari Semenanjung Thailand ke arah Selatan sampai Malaya, Sumatera dan Jawa sampai ke Kalimantan. Tidak ada laporan dari Vietnam. Di Jawa dilaporkan hanya ditemukan di pegunungan Tengger, Jawa Timur.

Habitat

Perairan dangkal dengan dasar lembut, vegetasi melimpah dan beraliran tenang seperti rawa-rawa, saluran dan danau di hutan lebih disukai.

Kehidupan

Spesies ini tidak diketahui perilaku reproduksinya; walaupun begitu, kura-kura yang baru menetas berwarna lebih cerah dan sangat bergerigi, lunas lebih tinggi dan panjang karapas sekitar 55-57 mm.

N. platynota adalah herbivor, lebih senang memakan tanaman air. Dalam pemeliharaan bisa memakan beragam buah seperti pisang.

Flower (dalam Smith, 1931) mengomentari bahwa di lingkungan liarnya Notochelys menutup diri dalam cangkang sambil berbunyi, dan jika diangkat akan defekasi. Sayang sekali, di pemeliharaan masih mempertahankan kebiasaan ini.

No Comment

Comments are closed.