Polyandry Study On Chelonia mydas

Nama : Dewi Purnama
Pembimbing : Neviaty Putri Zemani Achmad Farajallah
Tanggal Lulus : 2010
Judul Thesis : Study poliandri pada penyu hijau (Chelonia mydas) melalui analisis DNA mikrosatelit
  Polyandry Study On Green Sea Turtle (Chelonia mydas) Through Microsatellite DNA
Ringkasan:
Penyu adalah nama umum untuk anggota ordo Testudines (Reptilia) yang hidup di laut. Penyu mempunyai kemampuan untuk menyimpan sperma, bahkan sperma musim kawin sebelumnya masih bisa membuahi telur yang baru. Dengan kata lain, proses mounting atau deposisi sperma oleh penyu jantan tidak segera diikuti dengan fertilisasi. Untuk mencapai daerah perkawinan dan peneluran, penyu seringkali harus menempuh perjalanan sejauh 3000 km. Ada peluang penyu melakukan perkawinan dengan lebih dari 1 jantan.

Untuk mempelajari pola perkawinan pada induk, dapat dilakukan dengan menganalisis DNA mikrosatelit atau ruas DNA pendek berulang. Alel-alel dalam setiap lokus mikrosatelit bersifat polimorfik dan kodominan. Pola pewarisan alel DNA mikrosatelit mengikuti hukum pewarisan Mendel. Dengan begitu analisis terhadap jenis-jenis alel DNA mikrosatelit bisa digunakan untuk mempelajari berbagai fenomena perkawinan penyu.

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pola reproduksi pada induk Chelonia mydas dan kompensasi telur (pejantan) dari tukik/populasi penyu yang menetas di Kawasan Konservasi Penyu Taman Pesisir Pangumbahan Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi salah satu sumber informasi tentang poliandri dan genetik mikrosatelit pada penyu.

Bahan yang digunakan adalah 48 sampel jaringan tukik yang baru keluar dari sarang sebanyak 4 sarang dan masing-masing diambil 12 sampel per sarang. Pengambilan sampel dilakukan di kawasan Konservasi Penyu Taman Pesisir Pangumbahan Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Ekstraksi dan isolasi DNA dari sampel jaringan tukik menggunakan metode fenol mengikuti metode standar Sambrook et al. (1989). Amplifikasi dilakukan menggunakan metode PCR. Visualisasi produk PCR DNA Mikrosatelit dilakukan menggunakan metode polyacrilamide gel electrophoresis (PAGE) 8% yang dilanjutkan dengan pewarnaan sensitif perak. Pita-pita DNA yang muncul di atas gel poliakrilamida kemudian diskors sebagai alel. Pita DNA yang bermigrasi paling cepat pada suatu lokus disebut alel a, kemudian berturut-turut alel b, c, dan seterusnya.

Semua sampel yang berhasil diamplifikasi bersifat polimorfik. Lokus D108 memiliki keragaman genotip dan alel tertinggi, yaitu 18 genotip dan 11 alel, kemudian diikuti lokus B103 dan C102 masing-masing 13 dan 14 genotip, dan masing-masing 9 alel.

Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa lokus  mikrosatelit D108 memiliki keragaman yang tinggi pada sarang 1, 3, dan 4 sedangkan pada sarang 2 tidak. Pada lokus B103 hanya sarang 3 yang memiliki keragaman tinggi dan pada lokus C 102 hanya sarang 2 yang memiliki keragaman tinggi, diketiga sarang lain keragaman rendah hal ini dikarenakan adanya dominasi genotip homozigot. Analisis kesetimbangan populasi menunjukkan alel mikrosatelit D108 pada sarang 1, 3, dan 4 dalam keadaan setimbang, sedangkan sarang 2 tidak dalam keadaan setimbang. Alel mikrosatelit B103 hanya sarang 3 dalam keadaan setimbang sedangkan tiga sarang lainnya tidak. Sedangkan alel mikrosatelit C102 sarang 1 dan 2 yang berada dalam keadaan setimbang.

Komposisi alel antar sarang menunjukkan adanya alel sharing. Untuk lokus D108 sebanyak 36.36% merupakan alel sharing diantara keempat sarang, alel b merupakan alel sharing antar sarang 1 dan 2, alel f antar sarang 2, 3, dan 4, sedangkan alel e, f, dan g antar sarang 3 dan 4. Selanjutnya untuk lokus B103 sebanyak 33.33%, alel d merupakan alel sharing antar sarang 1 dan 2, sedangkan alel f antar sarang 1, 2, dan 3. Sedangkan untuk lokus C102 sebanyak 66.67%, alel d, e, f, dan g merupakan alel sharing antar sarang 1 dan 2, sedangkan alel b dan c antar sarang 3 dan 4.

Sebagian sarang pada tiga lokus yang diamati mempunyai ≥ 5 alel, dan sebagian sarang yang lain mempunyai ≤ 4 alel. Dengan demikian apabila dalam satu sarang ditemukan ≤ 4 alel maka diasumsikan dalam sarang tersebut mempunyai satu bapak. Apabila dalam satu sarang terdapat ≥ 5 alel maka diasumsikan minimal mempunyai dua bapak. Berdasarkan genotip atau kombinasi alel tiap lokus menunjukkan bahwa sistem perkawinan penyu betina adalah poliandri atau kawin dengan banyak jantan.

Abstract:
Sea turtle are included in the group of animals who generally breeds with many males or called polyandry, including green turtle (Chelonia mydas). DNA polymorphism method generally considered to have a high degree of accuracy, compared to other methods. In this research, 3 microsatellite loci were used to identify the number and frequency of genotypes per locus, the number and frequency alleles per locus, genotypes each turtle in the nest, and the number of alelles in the nest. The purpose of this research was to study the reproductive pattern of Chelonia mydas parent and compensatition eggs (males) from hatchlings/turtle population generated in turtle conservation area of pangumbahan Coastal Park, Sukabumi Regency, West Java Province.  The result of the research showed that, of the number that existed in each nest was found that 3 nest on locus D108, and 1 nest on locus C102 had ≥ 5 alleles. It can be assumed that there were at least 2 fathers in the nest. Thus proved that Green Sea Turtle parents breed with many males (polyandry).

[ Skripsi Lengkap – fulltext ]

 

 

No Comment

Comments are closed.