Umat yang Utama

Di malam hari, Salah seorang komandan tentara Romawi – Jarjah (George) – mendatangi Khalid bin Walid untuk berdiskusi. Perang antara Islam dan Romawi ini terjadi d Yarmuk, terjadi 2 tahun setelah Nabi SAW wafat.
Bagian terakhir dari rangkaian diskusi sbb:

Jarjah: “Apakah orang yang baru masuk Islam itu bisa mempunyai pahala dan keutamaan seperti kalian, Khalid?”
Khalid: “Bahkan lebih utama!”
Jarjah: “Bagaimana mereka bisa menyamai kalian, sedangkan kalian mendahului mereka?”
Khalid (sambil teringat dia akan Sang Nabi): “Kami masuk Islam dan membaiat Nabi ketika beliau masih hidup di tengah-tengah kami. Wahyu dari langit masih turun. Beliau memberitahukan kepada kami AlQuran dan menunjukkan tanda-tanda kenabiannya. Pantas bagi orang-orang yang melihat apa yang kami lihat dan mendengar apa yang kami dengar untuk masuk Islam dan membaiat. Sedangkan kalian tidak melihat apa yang kami lihat dan tidak mendengar apa yang kami dengar tentang keajaiban dan bukti kebenaran kenabiannya”.
Mengeras suara Khalid, tegas dan jelas “Jadi, siapa diantara kalian yang masuk ke dalam golongan kami dengan sungguh-sungguh dan niat yang baik, mereka lebih utama daripada kami”
Jarjah: “Demi Tuhan engkau jujur kepadaku dan tidak menipuku?”
Khalid: “Demi Allah, aku jujur kepadamu. Aku tidak punya kepentingan denganmu”
Lalu keduanya saling berpisah untuk melanjutkan perang esok harinya.

(Disadur dari Tasaro, 2011, Muhammad: Para pengejar Hujan, hal 641)

No Comment

Comments are closed.