Archive for the 'SNMPTN' Category

Mahasiswa PS Biologi via Jalur SNMPTN-Undangan

Keberhasilan calon mahasiswa bisa masuk ke PT dan atau Program Studi Impian sangat ditentukan oleh strategi dalam menentukan pilihan. Pada tahun penerimaan mahasiswa 2012/2013, 62% mahasiswa IPB diterima melalui jalur masuk SNMPTN-Undangan, 19% melalui SNMPTN-ujian, 12% melalui UTM (Ujian Talenta Mandiri), dan sisanya melalui BUD (Beasiswa Utusan Daerah). Jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN-Undangan mengalami penurunan sekitar 5% dari tahun sebelumnya. Namun begitu, sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku, jumlah mahasiswa yang wajib diterima oleh suatu PT melalui jalur SNMPTN  paling sedikitnya adalah 80%. Perincian angka 80% tsb tidak diatur lebih lanjut antara SNMPTN-undangan dan SNMPTN-ujian. Oleh karena itu, IPB  menerapkan acuan 60% dari undangan dan 20% dari ujian.

Penurunan yang lebih drastis ditemukan pada penerimaan mahasiswa untuk Program Studi Biologi yang melalui Jalur SNMPTN-Undangan, yaitu dari 74% turun menjadi 66%. Jika jalur undangan menurun maka jalur ujian harus naik sesuai ambang batas 80%. Hal ini menerbitkan strategi awal pemilihan Program Studi yang berkaitan dengan nilai rapor. Sebagai jalur pertama dari jalur-jalur yang lain, hasil SNMPTN-Undangan seharusnya bisa dijadikan semacam acuan untuk menentukan posisi nilai rapor yang bisa diterima oleh suatu Program Studi pada tahun itu. Sayang sekali, hal ini tidak mungkin bisa segera diketahui untuk bisa dijadikan bahan pertimbangan memilih. Yang bisa menerbitkan strategi adalah dari catatan pilihan mahasiswa yang sudah masuk tahun-tahun sebelumnya.

Tabel7

1. Dari Tabel 7 terlihat bahwa PS Biologi tidak pernah menerima mahasiswa pilihan 3, begitu juga dengan Fakultas Kedokteran Hewan. Terlihat adanya kecenderungan Fakultas Peternakan, Teknologi Pertanian dan Ekologi manusia untuk tahun 2013 tidak menerima pilihan 3. Dengan begitu, untuk meningkatkan peluang bisa diterima di IPB maka pilihan3 tidak seharusnya menuliskan Biologi, Kedokteran Hewan, Teknologi Pertanian dan Ekologi Manusia, meskipun hanya iseng karena kehabisan pilihan. Dalam dunia persaingan untuk menjadi mahasiswa yang semakin ketat maka “memilih karena iseng” harus dihindari. Yang bisa disarankan adalah memilih pilihan 3 yang masih dalam cakupan serumpun ilmu.

2. Secara keseluruhan di IPB, ada kecendrungan mahasiswa yang diterima adalah yang pilihan1, yaitu sekitar 50% mahasiswa IPB diterima melalalui jalur SNMPTN-undangan adalah yang memilih IPB sebagai pilihan1. Hal ini diperkuat oleh adanya kecendrungan meningkatnya pilihan1 sebesar 5% dari tahun 2013 ke 2013. Khusus untuk PS Biologi, peningkatan pilihan1 sebear 11%. Untuk tahun 2014, diduga pilihan1 akan semakin meningkat terus. Implikasinya bagi calon mahasiswa adalah memastikan bahwa PS idamannya dibuat menjadi pilihan1.

Strategi: pilihan1 adalah PS idaman, pilihan 2 dan pilihan 3 adalah PS yang serumpun dari pilihan 1.

Penentuan PS idaman (minat) bisa diperoleh melalui guru BK atau psikolog. Sedangkan pemilihan PS serumpun membutuhkan tambahan informasi yang bisa diperoleh via web dari setiap PS. Pada saat ini, informasi berbagai karakteristik dari suatu PS, mulai dari visi&misi, capaian pembelajaran, lama studi maupun bidang pekerjaan para alumni, relatif mudah diperoleh via web masing-masing PS, misalnya di

.http://achamad.staff.ipb.ac.id/lama-studi-di-program-studi-biologi-fmipa-ipb/

http://ipb.ac.id/index.php/education/undergraduate

 

 

IPB adalah Kampus Indonesia

IPB adalah kampus Indonesia bisa dilihat dari asal mahasiswanya (Tabel 4). Tentunya,yang mendominasi adalah mahasiswa asal Jawa Barat. Hal ini berkaitan dengan lokasi IPB di Bogor dan juga karena populasi penduduk Jawa Barat adalah yang paling besar di Indonesia. Selebihnya, asal mahasiswa IPB masih proporsional terhadap jumlah penduduk dari setiap Propinsi, Perkecualian ditemukan untuk DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Luar Negeri.

tabel4

Kalau dilihat dari latar belakang keluarga, maka sebagian besar mahasiswa IPB berasal dari keluarga PNS (Tabel 5). Hal yang menarik dalam 5 tahun terakhir adalah orang tua PNS dan swasta semakin lama semakin menurun mengirimkan putra-putrinya ke IPB dan digantikan dengan orang tua dengan profesi petani/nelayan. Hal ini mungkin berkaitan dengan program Bidik Misi dan keluasan cakupan sistem penerimaan mahasiswa Baru melalui model SNMPTN. IPB adalah pelopor menjaringan mahasiswa baru melalui undangan yang diadaptasi menjadi PMDk dan kemudian menjadi SNMPTN. Artinya, IPB sudah mengembangkan sistem pencatatan sekolah yang nilai raport siswanya sebanding dengan kualitasnya selama menjadi mahasiswa di IPB. Ketika pemerintah mewajibkan semua PT menjaring mahasiswa melalui SNMPTN maka beberapa SMA yang secara tradisi tidak pernah diundang oleh IPB menjadi bisa mengirimkan siswanya ke IPB. Pada tahun pertama SNMPTN, polanya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Masuk ke tahun kedua maka komposisi asal orang tua PNS dan Petani/Nelayan berubah drastis. Yang tetap stabil dari orang tua yang berwirausaha, yang bekerja di BUMN, pensiunan dan TNI/POLRI.

Sedangkan latar belakang pendidikan orangtua dari mahasiswa IPB (Tabel 6) masih proporsional dengan trend pendidikan di Indonesia.

Tabel 5. Pekerjaan Orang Tuang Mahasiswa IPB

2008

2009

2010

2011

2012

rata-rata

Pegawai Negeri

28.7

31.1

31.5

27.6

23.5

28.5

Wiraswasta

19.9

22

21.7

21.2

21.4

21.2

Swasta

12.7

15.4

21.3

23.9

17.8

18.2

Lainnya

14

9.3

5.2

5.4

6.4

8.1

Petani/Nelayan

4.8

5.4

5.8

6.4

16.4

7.8

BUMN

4.4

6.3

4.8

5.3

4.5

5.1

Pensiunan

3.4

4.4

5.5

4.7

4.1

4.4

TNI/POLRI

2.8

3.1

2.6

2.9

3

2.9

Tidak Diketahui

0.6

2.7

1.3

2.1

2.8

1.9

Rohaniawan

0.3

0.4

0.3

0.4

0.2

0.3

Tabel 6. Prosentase Pendidikan Orang Tua Mahasiswa IPB

2008

2009

2010

2011

2012

rata-rata

SLTA

36

33.5

33.9

7.2

36.1

29.3

S1/Sarjana

24.7

27.9

29.7

2.7

25.3

22.1

S2/Master

6.7

8.8

9.2

27.8

7.8

12.1

Diploma

6.8

6.1

6.4

35.4

5.5

12.0

SLTP

7.5

6.6

6.1

8.2

7.4

7.2

SD

6.7

6.1

6.2

2.1

10

6.2

Sarjana Muda

4.3

4.7

3.7

5.3

1.9

4.0

S3/Doktor

1.5

1.7

2.2

8.4

2.2

3.2

Tidak Tamat SD

3.1

2.6

2

0.9

3

2.3

Tidak Diketahui

2.6

2

0.6

2

0.7

1.6

Lama Studi Di Program Studi Biologi FMIPA IPB

Berdasarkan desain kurikulum Program Studi Biologi Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor, program Sarjana Biologi dengan beban 144 SKS bisa diselesaikan paling cepat 7 Semester lebih 1 bulan. Kelebihan 1 bulan adalah untuk seminar dan ujian akhir atau ujian skripsi. Jika lebih cepat dari 3.5 tahun maka akan banyak menabrak peraturan akademik yang sudah disepakati. Dalam semester 1 dan 2, semua mahasiswa di IPB mengambil mata kuliah dasar yang disebut dengan Tingkat Persiapan Bersama. Perkuliahan PS Biologi ada di semester 3 sampai 7. Dalam kondisi normal, semester 8 adalah waktu untuk menyelesaikan tugas akhir, yaitu belajar melakukan penelitian, menuliskannya dalam bentuk skripsi dan ujian akhir. Ujian akhir ini adalah dalam rangka mempertahankan beragam logika dan teori yang ditulis mahasiswa dalam skripsi. Dalam beberapa kondisi khusus maka pelaksanaan penelitian bisa dilakukan di pertengahan semester 7. Kondisi khusus yang dimaksud adalah kombinasi antara kemauan mahasiswa, ketersediaan topik penelitian dan sifat dasar penelitian (yaitu apakah penelitian di lapang, penelitian di laboratorioum atau konbinasi keduanya).

Tabel_lamastudi

Dalam 5 tahun terakhir, lama studi di PS Biologi IPB terus mengalami penurunan. Lama studi mahasiswa angkatan 42 (masuk tahun 2005) adalah 57.6 bulan dan lama studi mahasiswa angkatan 45 (masuk tahun 2008) adalah 53.12 bulan. Tahun 2013, angkatan mahasiswa yang lulus adalah dari angkatan 46. Pada angkatan ini tercipta rekor lama studi yang paling cepat, yaitu 43 bulan atau 3 tahun 7 bulan. Lama studi 43 bulan itu bisa dicapai pada bulan pertama di semester 8.

Data sampai bulan Desember 2013, dari 96 mahasiswa angkatan 46 (tahun masuk 2009) yang sudah menyelesaikan studinya telah mencapai 51 mahasiswa atau 53%. Yang menarik dari alumni baru tsb, 5 mahasiswa langsung melanjutkan kuliah S2 melalui program fastrack dan 16 mahasiswa sudah diterima bekerja (waktu tunggu

Jumlah Mahasiswa IPB Berdasarkan Jalur Masuk

Sebagaimana tradisi IPB, jalur masuk melalui undangan mendominasi mahasiswa yang diterima di IPB, yaitu mencapai 66%. Selebihnya, melalui jalur Ujian (16%) dan jalur UTM (10%) (Tabel 2). Jalur masuk melalui SNMPTN Undangan mulai diberlakukan pada penerimaan tahun 2011.

Tabel2

Tabel 2 diatas kurang bisa memberikan gambaran bagaimana bertindak dan mengatur strategi memilih PT bagi siswa SMA. Tabel diatas adalah akibat “kebijakan” internal IPB dalam menjaring calon mahasiswanya. Data dalam Tabel 3 adalah perincian jumlah mahasiswa yang masuk ke IPB berdasarkan urutan pilihan. Yang menarik dari Tabel 3 adalah mahasiswa yang memilih IPB sebagai pilihan 1 maupun pilihan 2 mempunyai peluang yang sama untuk bisa diterima melalui SNMPTN Ujian. Peraturan Menteri Pendidikan menyatakan bahwa 80% mahasiswa baru suatu PT wajib diseleksi melalui jalur SNMPTN Undangan. Dengan begitu, bisa diduga bahwa fungsi SNMPTN Ujian adalah sebagai alat bagi suatu PT untuk bisa mencapai angka 80% tersebut.

Tabel3

sumber: http://www.tpb.ipb.ac.id/tpb-dalam-angka

Calon Mahasiswa yang Melamar ke IPB

Jumlah calon mahasiswa baru yang dipanggil oleh IPB sekitar 30% dari jumlah pelamar (Tabel 1). Sekitar 10% dari calon mahasiswa yang dipanggil biasanya tidak memenuhi panggilan dengan berbagai alasan. Dua alasan yang sering ditemukan adalah masalah biaya dan si pelamar sudah diterima di PT lain. Setelah ada Beasiswa Bidik Misi mulai tahun 2010, jumlah mahasiswa yang memenuhi panggilan IPB semakin meningkat. Pada penerimaan tahun 2012, hanya 1% dari mahasiswa yang diundang yang tidak memenuhi undangan.

Tabel1

Pada penerimaan tahun 2011 berlaku kebijakan nasional tentang penerimaan mahasiswa secara terpadu yang dikenal dengan SNMPTN. Sistem ini adalah modifikasi dari sistem undangan berdasarkan nilai rapor SMA yang disebut dengan SNMPTN Undangan. Bagi yang tidak diundang kemudian diberi kesempatan untuk mengikuti ujian seleksi yang dilakukan bersama oleh berbagai PT yang disebut dengan SNMPTN Ujian. Setelah keduanya, calon mahasiswa masih diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian seleksi yang dilakukan secara mandiri oleh setiap PT. Untuk IPB, ujian ini disebut dengan Ujian Talenta Mandiri atau UTM.

Pada awal diberlakukannya model SNMPTN, calon mahasiswa langsung menyerbu PT-PT unggulan selain IPB. Hal ini bisa dilihat bahwa jumlah pelamar ke IPB pada masa penerimaan tahun 2005-2011 tidak terlalu banyak berubah. Baru kemudian, penerimaan tahun 2012 yang melamar ke IPB meningkat pesat.

sumber: http://www.tpb.ipb.ac.id/tpb-dalam-angka