Archive for the 'Uncategorized' Category

Cadherin Endotel Vaskular dan Faktor Pertumbuhan Endotel Vaskular pada Periodontitis dan Perokok

Oleh Indah Noviana dan Meidina Nur Sholihah

Salah satu peran mendasar sel endotel adalah untuk mengatur transportasi cairan, zat terlarut, makromolekul, dan sel-sel kekebalan tubuh dari pembuluh ke jaringan sekitarnya dengan sistem transelular khusus vesikel transportasi dan oleh terkoordinasi tabilization / destabilisasi sel-sel kontak. Sel endotel mengekspresikan beberapa protein cadherin-sel tertentu. Fitur khusus VE-cadherin penting untuk inisiasi, perkembangan, dan pemeliharaan proses inflamasi, dapat menjadi penanda penting bagi Pathobiology ketika infalmasi termasuk penyakit periodontal. Penyakit periodontal adalah peradangan pada jaringan yang menyelimuti gigi dan akar gigi.

Sebuah pengatur utama dari pembentukan pembuluh darah baru dan biologi adalah faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF). VEGF terlibat dalam patogenesis penyakit inflamasi termasuk penyakit periodontal. bahwa interaksi antara VEGF dan VE-cadherin mungkin memiliki peran penting dalam proses inflamasi karena cross-talk antara VEGF dan VE-cadherin. Penelitian ini memberikan hipotesis bahwa gangguan yang disebabkan merokok dari hasil vaskularisasi periodontal di pergantian VEGF dan VE-cadherin ekspresi, akan menjelaskan mekanisme kerusakan endotel pada periodonsium.

Hasil penelitian hubungan antara cadherin endotel vaskular pada periodontitis dan perokok menunjukkan bahwa konsentrasi VE-cadherin lebih tinggi pada kelompok periodontitis perokok dan non-perokok daripada pada kelompok non-periodontitis perokok. Konsentrasi VEGF tertinggi berada pada kelompok periodontitis perokok, sedangkan konsentrasi terendahnya pada kelompok non periodontitis-non perokok. Nilai total VE-cadherin berada pada kelompok periodontitis yang bukan perokok, pada kelompok tersebut juga memiliki nilai total VEGF. Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada korelasi antara VE-cadherin tingkat dan VEGF situs periodontitis pada perokok (r = 0,265) dan non-perokok (r = 0,338) serta di situs non-periodontitis perokok (r = 0,006) dan non-perokok (r = 0,114).

Tingkat GCF (Gingiva Cairan Sulkus) lebih tinggi dari VE-chaderin dan VEGF memiliki hubungan dengan penyakit periodontal. kondisi sakit dan / atau peradangan yang meningkatkan permeabilitas pembuluh darah dapat mempengaruhi struktur dan organisasi dari persimpangan vaskular. Hubungan antara VE-cadherin dan permeabilitas pembuluh darah pada sel endotel yang meradang dalam kultur sel, dan hilangnya adhesi sel, kerusakan penghalang dan peningkatan permeabilitas paracellular sebagai hasil dari ekspresi yang berubah VE-cadherin juga berada pada jaringan yang berbeda. VEGF dapat mengatur inflamasi periodontal dalam (i) meningkatkan jaringan pembuluh darah, (ii) meningkatkan tingkat proses inflamasi, dan (iii) mendorong angiogenesis ke dalam ruang yang diciptakan oleh rusaknya jaringan periodontal. Penelitian yang masih diperlukan penelitian lanjutan ini dapat disimpulkan bahwa (i) VE-cadherin dan VEGF dapat meningkatkan GCF karena proses inflamasi periodontal, (ii) VE-cadherin dan VEGF dapat digunakan untuk mengkonfirmasikan inflamasi periodontal atau proses aktif.

====
Diringkas dari: Sakallioglu et al. 2015. Vascular endothelial cadherin and vascular endothelial growth factor in periodontitis and smoking. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/odi.12261/abstract

VEGF and Angiopoietints Promote Inflammatory Cell Recruitment and Mature Blood Vessel Formation in Murine Sponge or Matrigel Model

VEGF and Angiopoietints Promote Inflammatory Cell Recruitment and Mature Blood Vessel Formation in Murine Sponge or Matrigel Model Oleh Riska Susilowati Tubuh memiliki memiliki mekanisme untuk merasakan saat kadar oksigen rendah. Mekanisme penginderaan oksigen ini akan membunyikan alarm dengan mengeluarkan faktor kunci pertumbuhan pro-angiogenik yang disebut faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF). Sekresi VEGF memulai kaskade sinyal. Efek dari kaskade ini termasuk pertumbuhan pembuluh darah baru ke daerah-daerah di mana sebelumnya tidak ada. Bagian penting dari proses ini adalah untuk memecah jaringan yang ada sehingga pembuluh darah baru memiliki tempat di mana akan tumbuh. Kunci utama dalam induksi angiogenesis adalah, diawali inflamasi dan dilanjutkan pembentukan pembuluh darah yang dibuktikan dengan meningkatnya permeabilitas vaskuler dan terbentuknya sel inflamasi. Kapasitas VEGF dan angiopoietins merangsang pembentukan pemuluh darah baru serta untuk mengidentifikasi berbagai jenis sel inflamasi yang menyertai proses angiogenesis dari waktu ke waktu. VEGF dan angipoietins dalam membantu proses angiogenesis diikuti oleh sel inflamasi terutama neutrofil dan makrofage ataupun yang jumlahnya sedikit yaitu limfosit sel B dan sel T. Hasil kajian matrigel menunjukkan bahwa faktor pertumbuhan pro-angiogenesis (VEGF, Angiogenesis 1 atau Angiogenesis 2) mempengaruhi pembentukan pembuluh darah baru dan yang lebih penting menjadi faktor utama pematangan pembuluh darahnya.

PEMBULUH DARAH BAGI YANG SUKA BEGADANG DAN MEROKOK

PEMBULUH DARAH BAGI YANG SUKA BEGADANG DAN MEROKOK
Oleh Riko Syahputra
Kenapa suka begadang dan merokok?
Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang bersifat fisiologis, atau kebutuhan paling dasar atau paling bawah dari piramida kebutuhan dasar. Kesempatan untuk istirahat dan tidur sama pentingnya dengan kebutuhan makan, aktivitas maupun kebutuhan dasar lainnya. Setiap individu membutuhkan istirahat dan tidur untuk memulihkan kembali kesehatannya. Keteraturan dan lamanya tidur dari masing-masing orang seperti juga halnya dengan masa sakit, maka tidur merupakan persoalan yang bersifat pribadi. Ada orang yang memerlukan lebih banyak tidur dibandingkan yang lain. Ada orang yang mudah tidur dan yang sulit tidur, ada tidur yang tidak tenang dengan tidur yang dengan tenang. Kebiasaan-kebiasaan agaknya memegang peranan dalam pola-pola tidur dan tidur akan lebih mudah jika kebiasaan-kebiasaan itu tetap diikuti.Ada banyak alasan yang melatar belakangi perilaku merokok padaremaja. Secara umum menurut Kurt Lewin,bahwa perilaku merokokmerupakan fungsi dari lingkungan dan individu. Artinya, perilaku merokokselain disebabkan faktor-faktor dari dalam diri, juga disebabkan faktorlingkungan. Faktor dari dalam remaja dapat dilihat dari kajian perkembanganremaja. Remaja mulai merokok dikatakan oleh Erikson (dalam Gatchel,1989) berkaitan dengan adanya krisis aspek psikososial yang dialami pada masa perkembangannya yaitu masa ketika mereka sedang mencari jati dirinya. Dalam masa remaja ini, sering dilukiskan sebagai masa badai dan topan karena ketidaksesuaian antara perkembangan psikis dan social. Upaya upaya untuk menemukan jati diri tersebut, tidak semua dapat berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.
KANDUNGAN DALAM ROKOK
Pada asap rokok ditemukan lebih dari 4000 zat aktif kimiawi yang berpotensial menyebabkangangguan paru-paru dan jantung. Hampir semua dari zat aktif yang dihasilkan asap rokok tersebutjuga bersifat karsinogenik (zat-zat pemicu kanker) yang memicu timbulnya kanker saluranpernafasan seperti kanker paru dan nasofaring. Selain nikotin, zat berbahaya lain diantaranya yaitukarbonmonoksida dan tar. Karbonmonoksida mencegah darah membawa oksigen dengan jumlah yang cukup sehingga jantung serta jaringan-jaringan tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi yangakhirnya dapat mengganggu kesehatan. Tar merupakan senyawa karsinogenik yang dihasilkan ketika terjadi pembakaran dengan suhu tinggi pada rokok. Senyawa tar tersebut dapat mengendapsepanjang lapisan dalam paru-paru, semakin lama lapisan tersebut akan semakin tebal. Senyawatar yang bersifat karsinogenik tersebut akan mengiritasi mukosa bronkhus sehingga akhirnyamenjadi rusak dan berpotensi menjadi kanker paru-paru dan kanker saluran napas lainnya. Risikoperokok menjadi penderita kanker paru tergantung pada jumlah batang rokok yang dihisap setiaphari, dalamnya isapan rokok, umur mulai merokok, dan kadar nikotin yang terdapat dalam rokok.
KONDISI PEMBULUH DARAH YANG SUKA BEGADANG*
Menurut Kazuo Eguchi dari Universitas Medis Jichi menyimpulkan bahwa **bergadang** dapat memicu serangan jantung dan menimbulkan stroke. Dalam penelitian itu ditemukan 99 kasus **penyakit* *kardiovaskuler pada orang yang kurang tidur dalam 7,5 jam. Tak hanya itu, tekanan darah mereka juga naik pada malam hari dan merasa sakit pada jantung. Hasil penelitian lainnya dari American Academy of Sleep Medicine (AASM) lewat juru bicaranya sanjeev Kothare, MD, menyampaikan bahwa begadang dapat menyebabkan seseorang menjadi suka ngemil. Tentu saja ngemil makanan instan itu enggak sehat. Beresiko terjadinya penyumbatan di pembuluh darah yang juga mengakibatkan kolestrol. Nah jadi jika kolestrolmu tinggi, bisa berdampak stroke berapapun usiamu.*

BAHAYA MEROKOK BAGI PEMBULUH DARAH
Merokok juga merupakan faktor risiko utama untuk penyakit arteri perifer (PAD). PAD adalah suatu kondisi di mana plak menumpuk di arteri yang membawa darah ke kepala, organ, dan anggota badan. Orang yang memiliki PAD berada pada peningkatan risiko untuk penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.Pada seorang yang merokok, asap rokok akan merusak dinding pembuluh darah. Kemudian nikotin yang terkandung dalam asap rokok akan merangsang hormon adrenalin yang akibatnya akan mengubah metabolisme lemak dimana kadar HDL akan menurun. Adrenalin juga akan menyebabkan perangsangan kerja jantung dan menyempitkan pembuluh darah (spasme). Disamping itu adrenalin akan menyebabkan terjadinya pengelompokan trombosit. Sehingga semua proses penyempitan akan terjadi. Jadi asap rokok yang tampaknya sederhana itu dapat menjadi penyebab penyakit jantung koroner. Demikian pula faktor stres yang akhirnya melalui jalur hormon adrenalin, menyebabkan proses penyakit jantung koroner terjadi sebagaimana asap rokok tadi. Seseorang yang stres kemudian mengambil pelarian dengan jalan merokok sebenarnya sama saja dengan melipat gandakan proses penyakit jantung koroner pada dirinya. Sekitar 90% penderita arteritis obliteran pada tingkat III dan IV umumnya akan menderita pula penyakit jantung. Oleh karena proses penyempitan arteri koroner yang mendarahi otot jantung, maka ketidak cukupan antara kebutuhan dengan suplai timbul kekurangan darah (iskhemia). Bila melakukan aktifitas fisik atau stres kekurangan aliran meningkat sehingga menimbulkan sakit dada (angina pektoris). Penyempitan yang berat atau penyumbatan dari satu atau lebih arteri koroner berakhir dengan kematian jaringan (infark miokard, serangan jantung). Komplikasi dari infark miokard termasuk aritmia jantung (irama jantung tidak teratur) dan atau jantung berhenti mendadak. Iskemia yang berat dapat menyebabkan otot jantung kehilangan kemampuannya untuk memompa (gagal jantung) sehingga terjadi pengumpulan cairan di jaringan tepi (bengkak/edema kaki) maupun penimbunan cairan di paru (edema paru).

Selamat Tahun Baru 2014

Dosen Departemen Biologi dalam rangka menyambut Tahun Baru 2014dosen_bio_2014Januari

Kiri bawah: Dr. Rita M, Dr. Yulin L, Dr. Dorly, Dr. Tatik C, Dra Taruni S Prawasti MSi, Dra Hilda MSi, Prof Nisa R, Dr. Triadiati, Dr. Kanthi AW, Dr. Utut W, Dr. Gayuh R dan Prof Anja M.
Tengah kiri: Dr. Nunik SA, Dr. Nampiah S, Dr. Rika R, Dr. Sulistijorini, Dr. Ence DJS, Dr. Bambang S, Prof Alex H, Dr. Dedy D, dan Dr. Berry J.
Atas kiri: Dr. Tri A, Dr. A Farajallah, Prof Antonius S, Prof Suharsono, Dr. Aris Tj, Dr. Miftahudin, Ir. Hadi S MSi, Dr. I Qayim dan Dr. Iman R

============================

Sivitas Akademika Zoocorner yang terdiri atas  dosen, mahasiswa dan teknisi berfoto bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru 2014

002

DNA Mikrosatelit CSSM018 and ILSTS054 of Garut Sheep

Nama : Wahyu Hidayat
Pembimbing : Cece Sumantri Achmad Farajallah
Tanggal Lulus : 2005
Judul Skripsi : DNA Mikrosatelit CSSM018 and ILSTS054 Manner and also Relation with Productivity of Garut Sheep
Abstract:
Priangan Sheep or which more knowledge as Garut sheep is fighting type, which is cross breed between Merino, Kaapstad and Java sheep. Genetic marker applicable to identify the specific location of one or some gene in~uencing quantitative character, were called as “quantitatif trait loci” (QTL). QTL its very importance for utilization of marker assisted selection (MAS) to get the desired animal livestock. one of them is callipyge gene. Sheep expressing callipyge character have the advantage inclusive there are increasing of feed efficiency, carcass wight expressed by as weight percentage of life, wide of longissimus muscle (sirloin eye) and carcass commercial cutting of sheep (foot. shoulder and hip). In order to explore the existence of this gene, in this research use the mikrosatelit CSSM018 and ILSTS054 as genetic markers. This research was conducted at laboratory of Zoology, the Faculty of Mathernatic and Natural Science, Eogor Agriculture Institute. The sheep material of this research was 59 PUSLITNAK’s garut sheep, Eogor. Genotip frequency of CSSM0181ocus were 38,89% (CC), 27,78% (BE), and 11,11% (M AC and EC) meanwhile ILSTS054 DNA mikrosatelit were 42,31% (AA), 32,69% (AC), 13,46% (AB), 7,69% (CC) and 3,85% (BC). Heterozigosity degree CSSM018 DNA mikrosatelit and ILSTS054 were 0,6286 and 0,5024 and avarage heterozigosity was 0,5655.
 

[ Skripsi Lengkap – fulltext ]

DNA Extraction and Identification of Kappa Casein (k-Casein) Gene on Friesian Holstein

Nama : Arie Prasetyo
Pembimbing : Cece Sumantri Achmad Farajallah
Tanggal Lulus : 2004
Judul Skripsi : DNA Extraction and Identification of Kappa Casein (k-Casein) Gene on Friesian Holstein (FH) in Smallholder Farming
     
Abstract:
Casein genes family (as1-Casein, as2-Casein, b-Casein and k-Casein) were extensively reported that casein genes are responsible for milk quality and quantity. The purpose of this study were to compared phenol-chloroform DNA extraction method and salting-off DNA extraction method from whole blood samples, and to identify Kappa Casein (k-Casein) gene as marker for milk quality of Friesian Holstein cows in smallholder farming. The result of this study can be used as a reference for future research in Friesian Holstein genetic improvement. The research was conducted at Laboratory of Zoologi, The Faculty of Mathematic and Natural Science. DNA was extracted from 78 blood samples that used to identify the genotype and allele frequency using phenol-chloroform DNA extraction method and salting-off method with PCR-RFLP based technique. Samples were run through polyacrylamide gel electrophoresis (PAGE) 5% followed by silverstaining. DNA extraction from whole blood samples using phenol-chloroform has better quality DNA than salting-off method. In Pondok Rangon genotype frequency for AA, AB, BB were 34,21%; 63,16% and 2,63% respectively. Frequency aIel A and B of k-casein gene in Pondok Rangon were 65,79% and 34,21% respectively. Frequency of genotype for K-casein gene in Kebon Pedes and Faculty of Animal Science showed 100% for AA.
 
 

[ Skripsi Lengkap – fulltext ]

Analisis Keragaman Genetik Populasi Betawi

Nama : Eka Juniawati (G04497067)
Pembimbing : Achmad Farajallah Achmad Farajallah
Tanggal Lulus : 28 Februari 2002
Judul Skripsi : Analisis Keragaman Genetik Populasi Betawi     Achmad Farajallah
Abstrak:
Populasi Betawi merupakan hasil asimilasi dari berbagai suku bangsa yang mendiami kota Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahni keragaman genetik populasi Betawi melalui anaIisis mikrosatelit. Populasi Betawi dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar berdasarkan letak geografis hubungan perkawinan. Kelompok pertama merupakan kelompok induk (pusat) yang didalamnya memiliki tingkat variasi alel dan nilai heterozigositas yang lebih tinggi daripada kelompok kedua.

[ Skripsi Lengkap – fulltext ]

 

Polimorfisme Protein Darah Pada Cuora amboinensis

Nama : Ratri Kartikarini (G04496047)
Pembimbing : Achmad Farajallah Hendra Adidjuawana
Tanggal Lulus : 2 Februari 2001
Judul Skripsi : Polimorfisme Protein Darah Pada Cuora amboinensis (Reptilia: Testudines)
Abstrak:
Persebaran kura-kura air tawar, C. amboinensis, yang sangat luas di wilayah Indonesia disebabkan oleh kemampuan adaptasinya yang tinggi. Kemampuan adaptasi tersebut diduga karena kura-kura tersebut memiliki polimorfisme protein yang tinggi. Jumlah kura-kura yang diperiksa sebanyak 19 ekor, terdiri dari 15 ekor berasal dari Serang, dua ekor dari Kendari, dan dua ekor dari Sulawesi Selatan. Empat protein sel darah merah yang dianalisis disandikan oleh enam lokus protein, yaitu Hba, Hb~, ChE, ESA” MDBs, dan SODA. Analisis ini dilakukan melalui tekuik elektroforesis horisontal gel poliakrilamida bertingkat. Berdasarkan daerah asal kura-kura, lokus Hba, HbP, ESA” MDBs, dan SODA. merupakan lokus polimorfik protein pada kura-kura asal Serang, sedangkan ChE ditemui bersifat monomorfik. Kura-kura asal Kendari tidak memiliki lokus polimorfik. Lokus Hba dan SODA merupakan lokus polimorfik pada kura-kura asal Sulawesi Selatan, sedangkan lokus Hb~, ChE, ESA” dan MDBs merupakan lokus monomorfikuya. Secara keseluruhan populasi kura-kura yang dianalisis, lokus polimorfik ditemui pada lokus Hba, HbP, ESA” MDBs, dan SODA, sedangkan lokus monomorfik pada lokus ChE. Tingginya tingkat polimorfisme protein kura-kura asal Serang disebabkan oleh jumlah sampel yang lebib banyak dibandingkan sampel dari daerah lain.

[ Skripsi Lengkap – fulltext ]

 

 

 

 

Kelebihan Analisis DNA

DNA adalah molekul organik yang berada di dalam inti sel, organel mitokondria maupun kloroplas. Molekul DNA berfungsi secara langsung dalam pewarisan sifat. Molekul ini merupakan rantai polinukleotida yang tersusun atas empat monomer nukleotida (basa nitrogen), yaitu adenin (A), guanin (G), sitosin (C) dan timin (T). Komponen nukleotida penyusun DNA secara alami sama untuk semua organisme. Perbedaannya hanya terletak pada komposisi dan urutan penyusunannya, baik antar taksa maupun antar bagian-bagian dalam organisasi genom.  Selain itu, rantai polinukleotida dikemas dalam bentuk utas ganda yang saling komplementer dengan melibatkan ikatan hidrogen (kovalen) antar pasangan nukleotida, yaitu A-T dan G-C. Karakter DNA seperti diatas memungkinkan molekul ini bersifat sangat stabil di alam dan mudah direplikasi. Kestabilan dan kemudahan direplikasi merupakan dua modal utama perkembangan DNA-related techniques yang didominasi PCR-related techniques. Pada saat ini bisa dikatakan bahwa hampir semua aspek penelitian ilmu-ilmu hayati selalu melibatkan analisis terhadap molekul DNA.

Secara sederhana teknik PCR adalah reaksi perbanyakan ruas-ruas tertentu DNA atau RNA secara in vitro. Reaksi PCR membutuhkan molekul DNA cetakan yang bisa diperoleh dari semua jenis sel yang mempunyai inti. Pada awal-awal perkembangannya, sel sebagai sumber DNA harus segar dan berjumlah banyak. Sejalan dengan perkembangan teknik-teknik PCR, maka kendala kondisi sampel segar dan jumlah DNA  yang banyak kemudian berubah. Kestabilan molekul DNA membuat kendala kesegaran sampel terselesaikan. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan mengisolasi DNA dari fosil (tepatnya sedang dalam proses fossilisasi), bangkai dan sampel-sampel forensik lainnya. Walaupun dalam kondisi terpotong-potong, beberapa informasi genetik masih bisa dibaca setelah diperbanyak dengan teknik PCR.  Keberhasilan itu kemudian membawa implikasi sangat luas terhadap penggunaan PCR-related techniques untuk berbagai bidang studi ilmu-ilmu hayati. Salah satu metode handal dalam rangka PCR-related techniques adalah metode non-invasive sampling untuk memperoleh sel sumber DNA. Dengan metode ini usaha pengambilan darah atau biopsi jaringan yang memerlukan proses penangkapan dan pembiusan bisa dihindari. Selain keuntungan kemudahan, keuntungan lainnya adalah tidak mengganggu aktifitas biologi hewan target.

Megabiodiversity Country

Indonesia dikenal dengan sebutan megabiodiversity country. Sebutan ini tidak berlebihan karena letak geografis Indonesia memungkinkan memunculkan ekosistem tropis hujan yang sangat kaya serta unik. Secara turun-menurun berbagai suku bangsa yang hidup di berbagai Indonesia telah memanfaatkan kekayaan ekosistem tersebut, baik flora maupun faunanya untuk berbagai kepentingan, antara lain bahan makanan, obat-obatan tradisional, piaraan dsb. Pemanfaatan tersebut dilakukan oleh mereka secara lestari dalam arti ekploitasi yang dilakukan masih memperhatikan prinsip keseimbangan alam sekitar.

Perkembangan masyarakat modern yang ditandai dengan perdagangan bebas antar negara banyak mengubah perilaku masyarakat tradisional yang tidak proporsional. Salah satu dampak yang terlihat adalah eksploitasi sumberdaya alam dilakukan melebihi kapasitas pemulihan oleh alam itu sendiri yang dalam beberapa hal menjangkau wilayah-wilayah terpencil (remote area) di Indonesia. Wilayah-wilayah ini biasanya diidentikkan dengan wilayah dengan ekosistem hutan. Sedangkan ekosistem hutan yang berdekatan dengan pusat-pusat aktifitas manusia secara drastis telah mengalami kemunduran kualitasnya. Berbagai ekosistem kemudian mengalami kerusakan dan/atau terfragmentasi. Kondisi diatas merupakan salah satu penyebab penurunan biodiversitas dan keterancaman kepunahan spesies. Sejak itu, kita terus menerus berkejaran dengan waktu, antara keterancaman, pemanfaatan dan konservasi spesies-spesies asli Indonesia.

Tekanan globalisasi yang hebat telah membawa keterbukaan, meniadakan batas-batas wilayah dan sekaligus penurunan kualitas ekologi. Perdagangan global telah merambah ke segala aspek kehidupan yang tidak terbatas ke produk-produk sintetik melainkan menjangkau jauh sampai ke eksploitasi yang berlebihan terhadap sumberdaya alam. Dengan begitu, kita sebagai orang yang mempelajari biologi harus mencari titik temu untuk meningkatkan kesejahteraan dari sumberdaya alam yang kita punya sehingga sebutan megabiodiversity country bukan hanya isapan jempol. Melainkan kita memang bisa sejahtera akibat julukan tersebut dan karena kebetulan kekayaan dunia itu ada di wilayah Indonesia.

Next Page »